MAYANGAN, Radar Bromo - Komisi III DPRD Kota Probolinggo memberikan perhatian serius terhadap kondisi miniatur menara Eiffel yang miring. Komisi III pun berencana sidak ke lokasi menara.
Sidak tidak hanya diagendakan ke miniatur menara Eiffel di simpang tiga King, Jalan Panglima Sudirman. Namun, juga sidak ke empat ikon baru yang lain.
Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Agus Riyanto menegaskan rencana itu, Senin (22/1). Anggota DPRD lulusan Teknik Sipil itu mengatakan, pembangunan menara yang menjadi ikon baru Kota Probolinggo itu memang layak disoroti.
Terutama pembangunan miniatur menara Eiffel yang miring setelah ditabrak truk Sabtu (20/1) malam. Komisi III menilai, sejauh ini pengerjaan menara yang menjadi ikon baru Kota Probolinggo itu kurang bagus.
”Kami menduga, pengerjaan pembangunan miniatur menara Eiffel itu kurang bagus,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.
Dugaan itu makin kuat setelah miniatur menara Eiffel ditabrak truk tronton boks. Karena tabrakan itu, dua kaki menara terangkat. Lalu, kerangka menara bengkok dan menara pun miring.
”Nanti kami agendakan untuk turun langsung sidak. Melihat sejauh mana pengerjaan dan kualitas bahak yang digunakan untuk pembangunan miniatur menara Eiffel itu,” terangnya.
Heri Poniman, anggota Komisi III menegaskan hal serupa. Dia menduga, ada kesalahan dalam pembangunan fondasi. Harusnya, pengerjaan menara seperti itu membutuhkan angker di bagian kaki yang cara pemasangannya ditanam ke dalam fondasi.
Sehingga, kaki menjadi kuat. Tidak sampai terangkat saat ditabrak truk. Minimal cuma bengkok kerangkanya.
”Saran kami, perbaikan menara jangan hanya sebatas meluruskan kerangka yang miring. Tetapi, harus dibongkar total. Kemudian memperbaiki fondasi. Selain itu, angkernya dibuat sekuat mungkin,” ungkapnya. (mas/hn)
Editor : Achmad Syaifudin