Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Miniatur Menara Eiffel yang Roboh Harus Dibongkar untuk Diperbaiki, Teknisnya Begini

Inneke Agustin • Senin, 22 Januari 2024 | 15:05 WIB
RUSAK: Miniatur menara Eiffel di Jalan Panglima Sudirman yang miring setelah ditabrak truk.
RUSAK: Miniatur menara Eiffel di Jalan Panglima Sudirman yang miring setelah ditabrak truk.

PROBOLINGGO, Radar Bromo - Kerusakan pada miniatur menara Eiffel di Jalan Panglima Sudirman, Kota Probolinggo cukup parah setelah ditabrak truk tronton boks, Sabtu (20/1) malam.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, dua kaki menara sebelah selatan rusak.

Kaki selatan pojok timur mengalami kerusakan pada bagian beton tumpuannya. Beton tersebut hancur disasak bodi depan truk. Sementara kaki sisi selatan pojok barat terangkat sebagian.

Terlihat kedua kaki-kaki tersebut hanya direkatkan menggunakan metode las.

Sementara di bagian tumpuan terdapat besi hollow berukuran kurang lebih 3x3 cm yang tertanam dalam beton.

Walau begitu, rekanan proyek miniatur menara Eiffel ini gerak cepat. Sesaat setelah insiden tersebut, mereka merapat ke lokasi kejadian.

TERANGKAT: Miniatur menara Eiffel yang dibenahi setelah ditabrak truk, Sabtu (20/1) malam. Kaki-kaki miniatur menara Eiffel sebelah selatan terangkat.
TERANGKAT: Miniatur menara Eiffel yang dibenahi setelah ditabrak truk, Sabtu (20/1) malam. Kaki-kaki miniatur menara Eiffel sebelah selatan terangkat.

Sepuluh pekerja pun diturunkan. Malam itu juga, mereka membongkar lampu yang mengelilingi menara.

Esoknya, pekerjaan dilanjutkan dengan membongkar menara sebelum kemudian diperbaiki.

Ada yang memasang scaffolding untuk mempermudah pembongkaran. Scaffolding ini juga sebagai penyangga sementara tiang miniatur yang condong.

Adi, 35, salah satu pekerja mengatakan, sebelum perbaikan dilakukan pihaknya memadamkan listrik dan lampu pada miniatur.

Itulah mengapa miniatur tersebut tampak gelap pada Sabtu (20/1) pukul 23.00.

“Baru nanti rangkanya kami lepas semua. Kami bawa kembali ke workshop untuk dibenahi. Kalau bongkarnya tak selesai malam ini, kami lanjutnya esok pagi,” kata pria asal Surabaya ini saat ditemui, Sabtu malam.

Minggu (21/1) pagi, rangka miniatur menara Eiffel masih utuh. Baru sore harinya, ujung atau bagian paling atas menara sudah dilepas.

Adi tak bisa memperkirakan, perbaikan butuh waktu berapa lama. Yang jelas, butuh waktu. “Sebab mungkin seperti membuat ulang kembali,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Sabtu (20/1) malam.

Miniatur menara Eiffel itu sendiri terbuat dari gabungan antara plat besi dengan ketebalan 2 mm dan besi hollow berukuran 5x5. Besi hollow tersebut dipasang sebagai rangkanya.

Sementara plat besi setebal 2 mm lantas di-cutting laser. Kemudian disambung menggunakan teknik las, hingga menyerupai menara Eiffel setinggi kurang lebih 10 meter.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo, Setyorini Sayekti mengungkap, tabrakan tersebut pastinya memiliki dampak terhadap miniatur ini.

“Tapi untunglah materialnya kuat. Jadi tidak roboh,” terang Rini, panggilannya.

Menurutnya, ikon tersebut sudah dihitung kekuatan materialnya. Didesain secara fisika untuk menghadapi dampak angin dan getaran.

“Sudah kami perhitungkan semuanya. Ini hanya karena human error dari pengemudi truk. Besok kami akan bertemu perusahaan truk dan Satlantas. Namun seperti biasa, selalu kami yang dianggap keliru,” pungkasnya.

Ke depan untuk melindungi ikon tersebut, setelah diperbaiki menurut Rini, nantinya akan ditambahkan pengecatan reflektor.

Sedangkan terkait metode apa saja yang akan dilakukan dalam proses perbaikan serta upaya perkuatan, Rini tak menyebut pasti.

“Dilihat saja. Nanti kan ada metodenya,” katanya. (gus/hn)

Editor : Achmad Syaifudin
#ikon kota probolinggo #miniatur Menara Eiffel