KANIGARAN, Radar Bromo-Salah satu ikon baru Kota Probolinggo, Miniatur menara Eiffel yang berdiri di Jalan Panglima Sudirman, Kota Probolinggo persisnya di sisi barat simpang tiga King, Sabtu malam (20/1) jadi perhatian warga.
Sebab, kondisi miniatur menara Eiffel yang baru saja dibangun itu sudah miring beberapa derajat. Salah satu ikon baru Kota Probolinggo itu pun terlihat seperti mau roboh.
Momen miniatur menara Eiffel mau roboh itu pun banyak diabadikan warga. Foto salah satu ikon baru Kota Probolinggo miring itu pun banyak diunggah ke media sosial.
Sejumlah foto saat miniatur menara Eiffel yang jadi salah satu ikon baru Kota Probolinggo itu miring pun, banyak beredar di media sosial. Mulai TikTok hingga grup-grup WhatsApp.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, kondisi tugu miniatur Eiffel yang miring itu pun langsung jadi perhatian pemkot setempat.
Minggu dinihari (21/1) sudah nampak sejumlah pekerja di lokasi. Mereka nampak memperbaiki miniatur menara Eiffel yang terletak di tengah jalan ruas Panglima Sudirman itu.
Lampu-lampu gemerlap nampak sudah dimatikan. Beberapa pekerja menggunakan scafolding untuk membenarkan miniatur yang baru dibangun di akhir tahun 2023 itu.
Lalu kenapa tugu miniatur menara Eiffel itu tiba-tiba miring beberapa derajat?
Ternyata, dari informasi yang dihimpun di lapangan, tugu miniatur menara Eiffel itu sebelumnya diseruduk truk boks.
“Ditabraknya sekitar pukul sepuluh malam (22.00). Katanya, sopir truknya mengantuk,” ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.
Ikon Baru Kota Probolinggo
Miniatur Menara Eiffel sendiri merupakan salah satu ikon baru di Kota Probolinggo yang dibangun akhir 2023 silam.
Selain miniatur menara eiffel, juga ada empat proyek ikon lain yang dibangun dengan menggunakan dana APBD itu.
Yakni miniatur tugu Monas Jakarta, yang menggantikan tugu Kota Probolinggo di jalan Panglima Sudirman, pertigaan RM Sumber Hidup.
Miniatur Big Ben London yang menggantikan Tugu Loji di pertigaan Jalan Pahlawan dengan arah Jalan Cokroaminoto.
Selanjutnya, ada miniatur Wind Mill Belanda di Alun-alun Kota Probolinggo.
Serta hiasan lampu di dekat menara air jalan Panglima Sudirman, simpang empat Randu Pangger.
Pembangunan lima ikon baru Kota Probolinggo itu menyerap anggaran sekitar Rp 2 Miliar.
Proses pembangunannya pun juga sempat jadi sorotan DPRD setempat.
Selain bangunannya dinilai kurang menggambarkan karakter Probolinggo, juga terkait besarnya anggaran hingga pengerjaannya yang sempat molor, seperti pembangunan miniatur Big Ben. (gus/mie)
Editor : Muhammad Fahmi