Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Diduga Sering Dinaiki Orang Dewasa, Permainan Anak di Taman Semeru Rusak

Jawanto Arifin • Selasa, 9 Januari 2024 | 21:25 WIB
RUSAK: Sejumlah anak-anak bermain di Taman Semeru Kota Probolinggo. Terlihat salah satu jungkat-jungkit di taman ini rusak.
RUSAK: Sejumlah anak-anak bermain di Taman Semeru Kota Probolinggo. Terlihat salah satu jungkat-jungkit di taman ini rusak.

KADEMANGAN, Radar Bromo - Sejumlah sarana prasarana (sarpras) permainan anak di Taman Semeru Kota Probolinggo, mulai butuh perhatian.

Salah satunya permainan jungkat-jungkit. Dua unit permainan ini sudah lama rusak.

Di Taman Semeru, ada dua alat permainan anak yang rusak. Semuanya berupa jungkat-jungkit.

Salah satunya patah di bagian tengah. Satu yang lain rusak di rol tengah, lepas dari pusatnya.

Salah seorang warga sekitar, Rudi, 32, menduga rusaknya jungkat-jungkit ini karena ulah pengunjung yang menggunakannya secara sembarangan.

Bisa jadi, permainan yang dikhususkan untuk anak-anak, dinaiki orang dewasa.

“Paling beberapa anak-anak remaja yang biasanya main ke sini dan merusak fasilitas. Karena tidak mungkin jungkat-jungkit patah kalau nggak dinaiki orang remaja, bukan anak-anak,” katanya.

Terpisah, Kepala Bidang Konservasi Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo Suciati Ningsih membenarkan adanya sarana prasaran permaian anak-anak yang rusak di Taman Semeru.

Katanya, hal ini dikarenakan pengguna permainan orang-orang yang sudah dewasa.

Menurutnya, beban mereka terlalu berat jika menggunakan permainan anak-anak. Ia mengaku akan semakin memperhatikan Taman Semeru.

Yakni, dengan menambah ornamen-ornamen kartun anak kecil, gawang kecil sepak bola, dan tanaman yang indah. Serta, menambah petugas jaga.

“Tahun ini akan kami usahakan melakukan perbaikan di Taman Semeru. Lebih cepat lebih baik. Kami juga keterbatasan anggaran karena ada enam taman yang harus kami perhatikan juga. Satu-satulah gitu,” ujarnya. (mg2/rud)

Editor : Jawanto Arifin
#taman semeru #permainan anak