KANIGARAN, Radar Bromo - Sejumlah calon jemaah haji (CJH) Kota Probolinggo yang diperkirakan berangkat tahun ini, sudah melakukan pemeriksaan kesehatan.
Dari 202 CJH, sekitar 95 persen sudah menjalaninya. Namun, mereka belum dipastikan telah memenuhi syarat istitha’ah atau belum.
Hasil pemeriksaan ratusan CJH sejumlah puskesmas dan RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo itu belum keluar.
Mereka harus menunggu entri hasil pemeriksaan kesehatan ke Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Bidang Kesehatan (Siskohatkes).
“Belum semua calon jemaah haji di Kota Probolinggo yang masuk daftar berangkat menjalani pemeriksaan kesehatan. Baru sekitar 95 persen yang sudah periksakan kesehatan ke puskesmas dan RSUD,” ujar Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Kota Probolinggo dr. Nurul Hasanah Hidayati melalui Epidemiolog Kesehatan Ahli Muda Agus Tri Wahyudi.
Ia mengaku tidak dapat memastikan apakah CJH yang telah menjalani pemeriksaan sudah memenuhi syarat istitha’ah atau belum.
Karena setelah melakukan pemeriksaan, pihaknya harus memasukkan atau mengentri datanya ke Siskohatkes.
“Nanti setelah hasil pemeriksaan keluar, langsung diinput ke Siskohatkes. Kemudian, secara otomatis di Siskohatkes akan muncul, apakah calon jemaah tersebut memenuhi istitha’ah atau tidak. Jika hasilnya istitha’ah kesehatan, maka jemaah bisa melakukan pelunasan Bipih,” terangnya.
Sementara itu, Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Kota Probolinggo M. Haris Hikmawan mengatakan, CJH di Kota Probolinggo yang masuk daftar berangkat tahun ini sudah dikonfirmasi.
Tinggal mereka melakukan pemerikasan kesehatan dan menunggu hasilnya.
“Jika jemaah haji yang hasil pemeriksaaan kesehatannya memenuhi syarat istitha’ah, maka nanti akan tersambung ke bank untuk dapat melakukan pelunasan Bipih,” jelasnya. (mas/rud)
Editor : Jawanto Arifin