KANIGARAN, Radar Bromo - Pemkot Probolinggo memprediksi, tagihan Penerangan Jalan Umum (PJU) tahun ini akan lebih besar dari tahun lalu. Sebab, ada beberapa objek pembangunan baru yang membutuhkan aliran listrik.
Mulai videotron, lima ikon baru kota dan sejumlah lampu hias di kota. Karena itu, anggaran untuk PJU tahun ini ditambah sekitar Rp 700 Juta.
Tujuannya, mengantisipasi kenaikan tagihan PJU. Tahun lalu total tagihan PJU sekitar Rp 14,5 Miliar. Sementara tahun ini, pemkot menganggarkan sekitar Rp 15,2 Miliar.
Data dari Dishub Kota Probolinggo, di wilayah kota ada 7.000 titik PJU yang tersebar di lima kecamatan. Itu setelah adanya tambahan bantuan hibah 2.000 PJU solar cell.
Namun, jumlah itu belum cukup. Untuk menerangi semua jalan di wilayah kota, dibutuhkan tambahan sekitar 3.000 titik PJU lagi.
Tiap bulan, tagihan PJU di semua titik di kota mencapai sekitar 1,2 miliar. Selama tahun 2023, tagihan PJU total Rp 14,5 miliar.
”Alhamdulillah, tagihan PJU di kota sudah terbayar. Tidak ada tunggakan,” terang Kepala Dishub Kota Probolinggo, Agus Efendi melalui Kabid Pengembangan Transportasi, Deddy Ariawan.
Deddy menerangkan, nilai tagihan PJU di kota pada 2023 hampir sama dengan tahun sebelumnya.
Namun, tahun 2024 diperkirakan tagihan PJU di kota akan bertambah.
Sebab, ada sejumlah pembangunan yang pemanfaatannya menggunakan listrik yang dibebankan pada PJU. Seperti pembangunan lima ikon baru kota, dua videotron dan lampu hias taman.
”Tahun 2024, anggaran yang disiapkan untuk tagihan PJU sekitar 15,2 miliar. Lebih tinggi dibanding tahun kemarin. Karena ada tambahan penggunaan listrik, seperti ikon kota dan videotron yang dibebankan pada PJU,” terangnya.
Anggota DPRD Kota Probolinggo Muchlas Kurniawan mengatakan, pihaknya sudah mengingatkan agar pemkot memperhatikan penggunaan listrik saat merencanakan pembangunan di kota. Jangan sampai malah menambah beban tagihan listrik PJU.
Dan hal itu terbukti benar. Sebab, penggunaan listrik untuk lima ikon baru kota, dua videotron dan lainnya malah dibebankan pada PJU. Akibatnya, tagihan PJU diprediksi membengkak.
”Harusnya pemerintah dapat menekan beban tagihan PJU di kota. Bukan malah tambah naik,” ungkapnya. (mas/hn)
Fakta PJU Kota Probolinggo
- Total tagihan PJU di Kota Probolinggo pada 2022 mencapai Rp 14,5 Miliar.
- Tahun ini, Dishub Kota Probolinggo menganggarkan PJU sekitar Rp 15,2 Miliar. Artinya, ada tambahan sekitar Rp 700 Juta.
- Pertimbangannya, ada sejumlah pembangunan yang pemanfaatannya menggunakan listrik yang dibebankan pada PJU. Seperti pembangunan lima ikon baru kota, dua videotron dan lampu hias taman.