MAYANGAN, Radar Bromo - Pemkot Probolinggo merealisasikan pembangunan monument miniature yang digadang-gandag menjadi ikon di Kota Probolinggo.
Dinas PUPR-PKP Kota setempat menargetkan, proyek dengan nilai anggaran total sekitar Rp 2 miliar itu, harus rampung akhir Desember 2023 ini.
Pantauan Jawa Pos Radar Bromo kemarin, dimulai menara air PUDAM pertigaan Randupangger. Tampak pekerja naik ke atas menara menyelesaikan finishing pemasangan Hiasan Lampu yang ditempel di bagian atas menara air. Ditargetkan proyek senilai Rp 399 juta yang dimenangkan oleh PT. Sasak Indo Energi harus rampung hari ini (30/12), sesuai waktu pelaksanaan 35 hari kalender.
”Sudah tinggal finishing kok mas. Hari ini atau besok (Sabtu, 30/12) sudah selesai,” kata salah satu pekerja saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo kemarin.
Sayangnya, tidak ada papan informasi kegiatan proyek yang dipasang atau dipajang. Saat ditanya pada pekerja terkait papan informasi kegiatan, ternyata memang tidak dipasang. ”Dibawa mandornya, memang tidak dipasang,” ujar pekerja pemasangan lampu hiasan menara Air PUDAM tersebut.
Beralih ke pembangunan monumen miniatur menara Eifel Paris di pertigaan King (Gotong Royong). Di lokasi kondisi sama, tidak ada papan informasi kegiatan yang ditampilkan. Dengan alasan, dibawa mandornya dan pekerja tidak mengetahui soal itu. Namun, terkait pengerjaan miniature Menara Eifel itu diperkirakan rampung kemarin (29/12). Karena pekerjaan sudah tinggal finishing bagian lantai.
”Hari ini (kemarin, red) sudah selesai. Pekerjaan sisa pasang keramik ini,” ujar salah satu pekerja miniatur menara Eifel.
Kondisi berbeda terlihat di lokasi pembangunan monumen miniatur Big Ben di pertigaan Loji jalan Pahlawan. Sekitar pukul 10.00, Jawa Pos Radar Bromo tidak mendapati satu pekerja pun di lokasi tersebut.
Titik keempat, pembangunan monumen miniatur Tugu Monas pertigaan jalan dr. Saleh atau depan Sumber Hidup. Di lokasi itu, pekerja tampak menyelesaikan pemasangan lampu dan lantai. Lagi-lagi, tak ada papan informasi kegiatan yang terpasang.
Rudi pelaksana lapangan dari CV Griya Tirta mengaku, untuk pengerjaan miniatur Tugu Monas sudah tinggal finishing. Tetapi, sudah diuji coba, lampu hias sudah menyala. ”Kami perkirakan hari ini, paling lambat besok (hari ini,red) sudah selesai,” ujar Rudi.
Titik terakhir di Alun-alun Kota Probolinggo. Pekerja tampak tengah menyelesaikan pekerjaan bagian ujung Windmill. Sama dengan keempat titik proyek lainnya, tidak ada papan informasi kegiatan. Salah satu pekerja mengaku tidak tahu soal papan informasi. Tetapi, perkirakan diperkirakan rampung hari ini (30/12). ”Besok selesai sudah ini Mas,” ujar pekerja.
Sementara itu, Setiorini Sayekti selaku kepala Dinas PUPR-PKP (pekerjaan umum, penataan ruang, perumahan dan kawasan pemukiman) Kota Probolinggo saat dikonfirmasi mengatakan, untuk pembangunan lima ikon kota Probolinggo masih dalam proses. Semua kegiatan tersebut ditargetkan memang harus rampung akhir Desember.
”P1 akhir bulan ini. Jika tidak selesai ada mekanisme sesuai pasal perjanjian kontrak. Perlakuan sesuai regulasi. Pembayaran sesuai progres.. Jika ada tambahan waktu, tetap ada mekanisme denda,” tegasnya. (mas/fun)
Editor : Ronald Fernando