PEMKOT Probolinggo kembali menggelar Kota Probolinggo Bersholawat. Melalui Bagian Kesra Setda Kota Probolinggo, kegiatan ini digelar dalam rangkaian Refleksi 5 Tahun Kepemimpinan Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin dan Peresmian RSUD Ar Rozy. Ribuan jemaah pun memenuhi lokasi acara.
Kota Probolinggo Bersholawat ini digelar di halaman RSUD Ar Rozy di Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok, Jumat (22/12) malam.
Diawali dengan salawatan yang dibawakan grup hadrah Majelis Ta’lim dan Sholawat Az-Zahir, Pekalongan, Jawa Tengah, Pimpinan Habib Ali Zainal Abidin Assegaf.
Dilanjutkan santunan kepada 20 anak yatim dan penyerahan penghargaan berupa uang pembinaan Rp 20 juta dari Pemkot Probolinggo kepada Atsal Taufiqie Nandito.
Warga Kota Probolinggo,ini menjadi muhaddits terbaik 1 dalam Seleksi Tilawatil Quran dan Hadist (STQH) Nasional Tahun 2023 di Jambi dengan menghafal 500 hadis tanpa sanad.
Digelar mulai sekitar pukul 20.00, halaman RSUD Ar Rozy dan Jalan Prof. Dr. Hamka, menjadi lautan manusia.
Tidak hanya warga Kota Probolinggo, jemaah juga banyak yang berasal dari luar daerah. Termasuk Zahir Mania (fans Az-Zahir). Di antaranya, dari Sidoarjo, Jombang, Bojonegoro, Madura, Pasuruan, Lumajang, Situbondo, dan Bondowoso.
Jemaah dari luar daerah, rela datang sejak sore. Mereka juga membawa bendera majelis salawat dari daerah masing-masing.
Bendera-bendera itu mereka kibarkan saat salawat digelar. Membeludaknya jemaah diantisipasi panitia dengan memasang layar atau screen di sejumlah titik, sehingga jemaah yang tidak kebagian tempat di depan bisa tetap menyimak acara.
Kota Probolinggo Bersholawat sengaja digelar di halaman RSUD Ar Rozy, sebagai salah satu bentuk syukur atas berdirinya rumah sakit yang ditunggu-tunggu masyarakat.
Selain itu, agar ke depan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat berjalan lancar. Rumah sakit ini merupakan salah satu bukti keberhasilan Habib Hadi Zainal Abidin dalam memimpin Kota Probolinggo.
Habib Hadi mengaku bersyukur, rumah sakit yang merupakan amanah dan dijanjikan kepada warga Kota Probolinggo, sudah selesai. Proses pembangunannya butuh perjuangan dan tantangan.
Anggaran yang digunakan juga murni dari APBD Kota Probolinggo. “Anggarannya kurang lebih Rp 200 miliar. Itu murni dari APBD Kota Probolinggo,” katanya.
Ia mengungkapkan, sesuai janjinya dalam melayani warga Kota Probolinggo di bidang kesehatan, dalam pelayanannya rumah sakit ini akan digratiskan. Khusus bagi warga Kota Probolinggo.
“Bagi warga Kota Probolinggo, akan dilayani gratis, tanpa biaya sedikitpun. Tapi, saya doakan semuanya sehat selalu,” katanya.
Habib Hadi mengatakan, RSUD Ar Rozy bisa menjadi percontohan rumah sakit di Indonesia. Sebab, rumah sakit 4 lantai ini juga tidak akan membeda-bedakan antara pasien dari keluarga miskin dan kaya.
“Pasien BPJS dengan pasien umum tidak akan dibedakan. Di sini, satu kamar untuk dua pasien, tidak boleh lebih. Insyaallah ini akan menjadi percontohan di Indonesia,” sebutnya.
Khodimul Majelis Ta’lim dan Sholawat Az-Zahir Habib Ali Zainal Abidin Assegaf mengapresiasi keberhasilan yang telah dicapai Habib Hadi dalam memimpin Kota Probolinggo. Salah satunya pembangunan RSUD Ar Rozy.
“Meski rumah sakit ini gratis bagi warga Kota Probolinggo, saya doakan semua warganya sehat selalu. Dijauhkan dari penyakit dan musibah, serta balak dan segala sesuatu yang merugikan kita sebagai umat Nabi Muhamad SAW. Insyaallah berkat salawat malam ini, semuanya sehat walafiat,” katanya.
Menurutnya, visi misi dan pembangunan yang telah dilaksanakan di Kota Probolinggo di bawah kepemimpinan Habib Hadi selama lima tahun ini sangat luar biasa. “Patut diapresiasi dan diacungi jempol, serta diberikan doa terbaik. Semoga Habib Hadi semakin sukes,” katanya.
Kota Probolinggo Bersholawat berakhir sekitar pukul 23.20. Ditandai dengan pembacaan mahalul qiyam. Serentak seluruh jemaah berdiri mengikuti lantunan puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Pembacaan mahalul qiyam dipimpin Habib Ali Zainal Abidin.
Selain jemaah dari berbagai daerah, Kota Probolinggo Bersholawat dihadiri jajaran Forkopimda, sekretaris daerah bersama staf ahli, para asisten, dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Probolinggo. Serta, MUI, PCNU, dan PD Muhammadiyah Kota Probolinggo, dan lainnya. (uno/*)
Editor : Jawanto Arifin