Situasi dan kondisi di wilayah Kota Probolinggo terbilang kondusif dan aman. Semua itu tidak terlepas dari peran dan sinergisitas Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Probolinggo yang solid. Termasuk suksesnya program tim terpadu berupa identifikasi potensi konflik sejak dini.
FORKOPIMDA Kota Probolinggo sangat sinergis. Kerja sama antarpimpinan sangat baik.
Saling mendukung untuk menciptakan kondisi Kota Probolinggo yang aman, tidak ada gejolak, dan tidak ada permasalahan terkait menyangkut keamanan.
“Semua itu berkat peran Bapak Wali Kota (Habib Hadi Zainal Abidin) yang sangat besar. Badan Kesbangpol hanya menfasilitas atau menjembatani dengan program yang melibatkan atau sinergisitas dengan seluruh Forkopimda,” ujar Kepala Bakesbangpol Kota Probolinggo Muhammad Sonhadji, S.Sos., M.Si., didampingi Kepala Bidang Kesatuan Bangsa Aries Rachmanto, S.P., M.M.
Selama ini, Bakesbangpol berupaya memfasilitasi penyelenggaran diskusi, pertemuan komunikasi, dan dialog. Baik antarpimpinan daerah maupun masyarakat secara keseluruhan.
Sejauh ini, Forkopimda membuka lebar-lebar pintu saling koordinasi dan kerja sama. Sehingga, menciptakan Kota Probolinggo yang aman, nyaman, dan kondusif.
“Harapannya, tentu OPD (organisasi perangkat daerah) yang bertugas membantu Wali Kota melaksanakan di bidang kesatuan bangsa, mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas dukungan selama ini. Terutama dalam hal alokasi anggaran untuk menunjang pelaksanaan koordinasi Forkopimda,” jelasnya.
Berkat arahan dari Wali Kota Probolinggo, kata Sonhadji, salah satu program di Bidang Kesatuan adalah identifiksi potensi konflik sejak dini.
Itu bagian dari upaya menciptakan situasi kondusif. Forkopimda untuk penanganan konflik sosial diawali dengan identifikasi secara dini. Baik oleh masyarakat, kelompok masyarakat, aparatur di lingkungan Pemkot, baik secara otonom maupun vertifikal.
Melalui rapat identifikasi itu, dapat diketahui potensi-potensi konflik. Seperti gejala fenomena kenaikan harga barang, penumpukan bahan bakar minyak (BBM), antrean, dan lainnya diketahui sejak dini.
Semua itu menjadi bahan rapat koordinasi identifikasi penanganan konflik sejak dini.
“Sehingga, saat rapat koordinasi Forkopimda, sudah ada arahan-arahan upaya penanganan untuk mencegah potensi konflik sosial tersebut tidak terjadi,” ujarnya.
Sonhadji mengaku sangat berterima kasih kepada seluruh Forkopimda. Baik Kapolres Probolinggo Kota, Komandan Kodim (Dandim) 0820, Kepala Kejari Kota Probolinggo, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kota Probolinggo, Ketua DPRD Kota Probolinggo, dan semuanya.
Karena semua terjalin dengan akrab dan saling mendukung. Atas kerja sama tersebut, menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif di Kota Probolinggo.
“Kami berharap sinergisitas ini tidak berhenti di tahun ini. Tetapi, terus berupaya kerja sama dan bersinergis. Karena situasi aman, tenteram, dan tidak ada gejolak, akan berdampak baik meningkatkan kesejahteraan, pertumbunhan ekonomi, dan lainnya,” jelasnya. (mas/*)
Editor : Ronald Fernando