SUKAPURA, Radar Bromo - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengimbau pengunjung agar tidak masuk ke radius 1 km di kawasan Gunung Bromo. Mereka juga dilarang ke kawah Bromo.
Sayangnya, banyak pengunjung bandel dan tetap naik ke kawah Bromo. Padahal, batas radius 1 km dari kawah Bromo sudah dipasang banner imbauan agar tidak naik ke kawah Bromo.
Namun, tidak sedikit pengunjung yang jalan kaki atau menggunakan jasa kuda menuju ke kawah Bromo.
Rubiyo, kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bromo mengatakan, status akvititas vulkanik Gunung Bromo masih di waspada level II.
Dengan kondisi itu, PVMBG mengeluarkan rekomendasi untuk tidak memasuki kawasan Bromo dalam radius 1 km dari kawah aktif.
“Tetap waspada terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang signifikan. Kami sudah memberikan rekomendasi untuk tidak masuk ke radius 1 km dari kawah aktif,” katanya.
Jikalau ada pengunjung wisata Bromo yang melanggar, hal itu menurutnya bukan ranahnya. Pihaknya hanya mengimbau dan mengeluarkan rekomendasi terkait jarak aman pengunjung.
”Untuk pengunjung wisata Bromo, menjadi ranah TNBS. Kami dari PVMBG hanya mengimbau dan mengeluarkan rekomendasi,” terangnya.
Sismiko, ketua Forum Sahabat Gunung mengatakan, larangan masuk radius 1 km dari kawah aktif Bromo itu diberikan demi keselamatan semua. Karena akvititas vulkanik Bromo bisa naik dan sewaktu-waktu.
”Nanti akan kami koordinasikan dengan TNBTS, bersama teman-teman pelaku jasa wisata Bromo terkait rekomendasi PVMBG tersebut. Supaya semua selamat, pengunjung wisata Bromo tidak boleh naik ke kawah Bromo lagi,” katanya.
Sementara itu, Ketua tim Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan (DEP. HUMAS) Balai Besar TNBTS Hendra menegaskan, pihaknya sudah memberikan sosialisasi pada pengunjung dan pelaku jasa wisata, tentang larangan ke kawah Bromo dan jarak radius aman 1 km.
Termasuk memberikan selebaran imbauan pada tiap jip Bromo yang membawa penumpang. Namun, masih ada saja pengunjung yang bandel dan naik ke kawah Bromo.
”Kami sudah berupaya memberikan imbauan. Baik lewat medsos, maupun imbauan melalui banner dan spanduk di semua pintu masuk dan titik-titik tertentu. Kembali lagi kami tidak bisa mengontrol aktivitas pengunjung 1 x 24 jam,” terangnya. (mas/hn)
Editor : Jawanto Arifin