PROBOLINGGO, Radar Bromo – SMPN 5 Probolinggo memanfaatkan waktu setelah penilaian akhir semester (PAS) dengan menggelar diklat jurnalistik, Selasa (12/12) pagi hingga siang.
Diklat yang digelar bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Bromo itu diikuti 45 siswa di kantor Radar Bromo.
Mereka tidak lain anggota ekstrakulikuler jurnalistik sekolah. Juga perwakilan dari sejumlah organisasi di sekolah.
Antara lain, PIK-R, PMR, Dewan Penggalang, dan OSIS. Semuanya mengikuti kegiatan dengan antusias hingga selesai.
“Saya ingin tahu bagaimana caranya membuat berita yang baik, tipnya seperti apa? Bagaiman juga kalau tulisan kita ini datanya minim sekali. Belum lagi kalau tiba-tiba saat menulis, kehilangan ide,” kata Nabila bersemangat, salah satu peserta.
Sementara Lujna, peserta yang lain mengaku, ingin belajar tentang cara menulis dan meliput berita.
“Saya ingin menambah pengetahuan tentang cara menulis berita itu seperti apa,” tuturnya.
Selama diklat, peserta belajar tentang teknik menulis berita dan wawancara dengan narasumber Pemred Jawa Pos Radar Bromo Hana Susanti.
Seperti, unsur dan struktur berita dan analisisnya, contoh berita, dilanjutkan praktik.
Para peserta praktik dua kali. Yang pertama, praktik menerapkan unsur-unsur berita. Dan yang kedua, praktik menulis berita.
“Materi untuk praktik yaitu kegiatan diklat jurnalistik ini. Silakan menuliskan unsur berita, 5W dan 1H. Lalu tugas kedua, merangkainya menjadi kalimat, sehingga membentuk berita,” terang Hana.
Hampir semua peserta bisa menyelesaikan praktik yang ditugaskan. Bahkan, beberapa siswa bisa menerapkan materi yang diperoleh dengan cukup baik.
Pembina jurnalistik yang juga guru Bahasa Indonesia, Eka Nur ‘Aini mengatakan, diklat ini sengaja diberikan pada siswa. Terutama pada anggota jurnalistik yang selama ini bertugas menyampaikan berita terkini pada seluruh warga sekolah.
Mengingat, SMPN 5 memiliki sejumlah media pemberitaan. Antara lain, majalah Dianwara, mading, dan website. Juga ada sejumlah medsos, seperti Instagram (IG) sekolah, IG kelas, dan IG organisasi sekolah.
“Tujuannya, untuk membekali dan menambah wawasan anggota jurnalistik agar dapat membuat berita yang tidak hanya menarik. Namun, juga berbobot,” tuturnya yang menemani peserta selama diklat.
Selain Eka, beberapa guru juga mendampingi selama diklat digelar. Antara lain, Kepala Perpustakaan Riska Yanuar, Guru Bahasa Indonesia Umi Mahbubah, Guru Bahasa Inggris Fathur Rozi. (*)
Editor : Ronald Fernando