MAYANGAN, Radar Bromo- Permasalah sampah di kawasan pesisir pantai di jalur lingkar utara (JLU) Kota Probolinggo, mulai sedikit teratasi. Sejauh ini masih banyak lahan yang dipenuhi sampah.
Jumat (8/12), tumpukan sampah di salah satu lahan sudah dibersihkan. Pembersihannya dilakukan secara gotong royong oleh warga sekitar dan dinas terkait. Mereka bersama-sama membersihkan sampah tanpa bantuan alat berat.
Tumpukan sampah di lahan milik PT Paulo Keramik, itu dibersihkan. Diangkut menggunakan dua truk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo ke TPA di Jalan Anggrek.
Namun, sampah masih tampak berserakan. Baik lokasi tersebut maupun di lahan sekitarnya.
Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Kecamatan Mayangan Muhammad mengatakan, pembersihan hari itu memang belum maksimal.
Karena pembersihan dilakukan secara manual. Pembersihan juga hanya terfokus di lahan milik PT Paulo Keramik.
“Jadi, ya memang ada keterbatasan tenaga juga. Sedangkan, sampah yang harus dibersihkan banyak. Lalu, terkait lahan di sebelah baratnya, itu bukan termasuk milik PT Paulo Keramik. Saat ini yang kami tangani masih milik PT Paulo Keramik saja. Lahan lainnya belum ada koordinasi,” katanya.
Muhammad mengaku bersyukur, laporannya telah ditindaklanjuti. Menurutnya, yang penting sudah ada upaya dari pemerintah untuk membersihkan kawasan pesisir. Meski sejauh ini hanya milik PT Paulo Keramik.
“Harapannya, ke depan ini bisa menjadi contoh bagi pemilik lahan lainnya untuk dapat menjaga kebersihan lahannya masing-masing,” katanya.
Terpisah, Kepala DLH Kota Probolinggo Retno Wandansari mengatakan, terkait pembersihan memang difokuskan pada lahan milik PT Paulo Keramik.
Karena pemilik lahan lainnya belum berkoordinasi. Meski surat hasil keputusan rapat koordinasi telah dikirim kepada seluruh pemilik lahan di pesisir pantai di sepanjang Jalan Gajah Mada.
“Jadi, ya memang harus sabar. Yang pasti, bila ada laporan masyarakat, tetap akan kami koordinasikan. Kami upayakan untuk kemudian dapat ditindaklanjuti,” katanya.
HRD PT Paulo Keramik Bambang Siswanto, 55, mengatakan, ke depan pihaknya akan membersihkan kembali sisa sampah yang belum terangkut, Jumat (8/12).
“Nantinya akan kami bersihkan secara pribadi. Selain itu, kami juga akan memasang pagar dan plang peringatan di lokasi tersebut,” katanya. (mg/rud)
Editor : Ronald Fernando