Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

SMKN 4 Probolinggo Gandeng WSC Latih Siswa Buat Remote Control Speedboat

Muhammad Fahmi • Rabu, 6 Desember 2023 | 15:21 WIB
Siswa NKPI SMKN 4 Probolinggo saat praktik membuat remote control speedboat. Inset, speedboat kreasi siswa.
Siswa NKPI SMKN 4 Probolinggo saat praktik membuat remote control speedboat. Inset, speedboat kreasi siswa.

PROBOLINGGO, Radar Bromo-SMK Negeri 4 Probolinggo terus berinovasi agar siswa-siswinya siap diterima di dunia industri selepas lulus. Terbaru, SMKN 4 bekerjasama dengan Watercraft Studies Center (WSC) Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS).

Mereka mengadakan kegiatan pelatihan dengan tema Pembelajaran Bersama Praktisi Dunia Kerja. Kegiatan yang diselenggarakan pada 24 November sampai dengan 26 November 2023 ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan SMK Pusat Keunggulan (PK) tahun 2023 di SMKN 4 Probolinggo.

Tema pelatihan kali ini yaitu Pembuatan Remote Control (RC) SpeedBoat. Bertempat di gedung berbentuk buritan kapal, peserta pelatihan ini adalah para siswa program keahlian Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI) yang berjumlah 20 orang.

Mereka terdiri atas sepuluh siswa XI NKPI 1 dan sepuluh siswa XI NKPI 2. Selaku narasumber dari Watercraft Studies Center (WSC) adalah Guntur Adip Saputra, Tri Wahyu Yoga dan Yusuf Ardianto.

          Selama pelatihan, para siswa dibagi menjadi empat kelompok kecil. Berisi lima anggota dengan target akhir masing-masing kelompok menghasilkan sebuah produk berupa RC Speedboat.

Dua kelompok diminta untuk membuat jenis kapal Catamaran (lambung ganda) sedangkan dua kelompok yang lain diminta menciptakan jenis kapal Monohull (lambung tunggal).

          Kegiatan pelatihan di hari pertama berfokus pada perancangan dan perakitan RC Speedboat. Mereka awalnya membuat gambar desain kapal, kemudian mereka melakukan marking gambar pada lembaran kayu balsa dan lembaran PVC.

Jenis kayu balsa digunakan untuk lambung kapal. Sedangkan lembaran PVC untuk bangunan atas kapal (superstructure).

Memasuki hari kedua, para siswa melakukan proses penghalusan seluruh bagian kapal yang meliputi superstructure dan lambung kapal.

Dua tahapan yang dilakukan antara lain pendempulan dan pengamplasan. Kemudian para peserta pelatihan melakukan praktek peresinan (pelapisan resin) pada bagian lambung kapal agar kapal tidak mengalami kebocoran.

Setelah itu, dilaksanakan tahap pengecatan. Dengan teknik airbrush, siswa mewarnai bagian-bagian kapal menggunakan cat spray sehingga kapal-kapal tersebut tampak semakin menarik.

          Pada hari ketiga, dilakukan pemasangan mesin penggerak utama kapal dengan sistem remote control (RC). Komponen penggeraknya meliputi remote control, receiver, motor brushless, Electronic Speed Control (ESC), Digital Servo, rudder dan baling-baling.

Setiap siswa pada tim masing-masing berkesempatan untuk menginstall komponen-komponen tersebut ke dalam kapal yang sudah jadi sehingga kapal mampu bergerak dengan cepat

          Keempat RC Speedboat ini kemudian diuji coba satu per satu di kolam uji coba kapal milik SMK Negeri 4  Probolinggo. Saat uji coba, nampak keempat kapal dapat melaju dengan cepat sebagaimana mestinya, tanpa ada kebocoran pada bagian-bagian kapal.

Tidak ada kendala yang berarti selama proses pembuatan keempat kapal tersebut. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut ini berlangsung dengan baik.

Para taruna tampak antusias selama mengikuti berbagai tahapan dalam kegiatan pelatihan ini.

          Ketua Program Keahlian Nautika Kapal Penangkap Ikan, Sugiwinarso. S.Pi menuturkan, kegiatan itu bertujuan untuk menambah kompetensi siswa di bidang kemaritiman. Khususnya membuat produk kapal RC Speedboat.

Kegiatan bersama para praktisi dari dunia akademisi sekaligus dunia industri ini juga merupakan salah satu penerapan pembelajaran berbasis proyek yang sering disebut dengan Project Based Learning (PjBL) di SMKN 4 Probolinggo.

          Kepala SMKN 4 Probolinggo, Agus Yudiyanto, S.Pd, MM, menyampaikan, pembelajaran berbasis proyek (PjBL) berperan penting terhadap peningkatan kreativitas dan ketrampilan siswa dalam menghasilkan produk sesuai bidang yang ditekuni.

Ia juga menambahkan, ke depannya produk-produk hasil kreasi siswa semacam ini akan diproduksi massal dan dipasarkan sebagai produk unggulan SMKN 4 Probolinggo.

“Diharapkan kegiatan ini menjadi titik awal berkembangnya Teaching Factory (Tefa) di SMKN 4 Probolinggo,” harap Agus. (*)

 

Editor : Muhammad Fahmi
#smkn 4 probolinggo