Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sehari usai Pasar Leces Terbakar: Aktivitas Tetap Ramai, Pedagang Selamatkan Sisa Barang

Inneke Agustin • Rabu, 6 Desember 2023 | 16:10 WIB
JADI PUING: Puing-puing sisa kebakaran bedak masih didatangi pemiliknya di Pasar Leces, Desa Sumberkedawung, Leces, Kabupaten Probolinggo, Selasa (5/12).
JADI PUING: Puing-puing sisa kebakaran bedak masih didatangi pemiliknya di Pasar Leces, Desa Sumberkedawung, Leces, Kabupaten Probolinggo, Selasa (5/12).

LECES, Radar Bromo - Sehari setelah terbakar, suasana di Pasar Pasar Leces tetap ramai. Pedagang berjualan seperti biasa. Terutama mereka yang tidak terdampak kebakaran.

Sementara pedagang yang bedak-nya terbakar, sehari usai insiden itu langsung membersihkan bedak masing-masing.

Sejumlah warga pun masih berkerumun melihat puing-puing sisa kebakaran.

Ada pula pemulung yang mengais rezeki dengan mencari sisa-sisa paku dari bangunan yang terbakar.

Adapun para pedagang yang bedak-nya terbakar, hampir semuanya mendatangi bedak masing-masing.

Mereka memilah barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Seperti bekas freezer, rolling door, hingga gantungan baju dari kawat.

Seperti yang dilakukan Sugeng, 56, penjual daging di Pasar Leces. Kemarin, dia tengah memilah sisa-sisa barang yang terbakar di bedak-nya.

Seperti, dua buah freezer daging. Walaupun kondisi freezer sudah hangus dan tak dapat digunakan lagi.

“Ini mau saya loakkan, barangkali laku. Bisa jadi uang, lumayan untuk menutup keperluan lainnya,” kata warga Desa Pondok Wuluh, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, ini.

Sugeng sendiri saat kebakaran terjadi sedang di rumahnya. Mendengar pasar terbakar, dia buru-buru kembali ke pasar. Namun terlambat.

Bedak-nya sudah habis terbakar. Karena itu, Sugeng pun tak berani mendekat. Bahkan, untuk sekadar menyelamatkan barang-barangnya.

“Sampai di pasar, api sudah besar. Bedak saya sudah terbakar. Saya tidak berani masuk. Khawatir malah saya yang terbakar. Akhirnya saya hanya diam. Bingung mau berbuat apa. Dan akhirnya tidak bisa menyelamatkan apa-apa,” katanya.

Selain dua freezer tersebut, ada juga dua celengan yang ia simpan di bedaknya. Isinya sekitar Rp 15 juta.

Namun, celengan itu pun turut terbakar. Dia pun mengalami kerugkan sekitar Rp 30 jutaan akibat dua freezer dan celengannya terbakar.

Sementara daging di bedak-nya, stoknya tak banyak. Hanya sekitar 3-4 kilogram. Selain itu, ada tetelan untuk rawonan sekitar 20 kg.

“Semua selamat, sebab ada di dalam freezer. Baru saya selamatkan pagi ini,” katanya.

Hal serupa dilakukan Agus Salim, 37, penjual daging juga. Dia juga menyelamatkan bangkai barang di bedak-nya. Seperti freezer dan timbangan daging yang juga rusak.

“Ini kami selamatkan dulu. Nanti akan kami loakkan saja. Agar minimal bisa jadi uang,” katanya.

Agus mengatakan, seluruh bedak-nya habis terbakar. Sebab, api langsung membesar dan melalap ratusan bedak di Pasar Leces. Ditambah kondisi angin kencang yang membuat api makin cepat merembet. (mg/hn)

Editor : Jawanto Arifin
#pasar leces terbakar #pasar leces