Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Setelah di Dringu, Maling Kambing Beraksi Lagi di Tegalsiwalan, 11 Ekor Raib Dicuri Dalam Semalam

Inneke Agustin • Kamis, 30 November 2023 | 13:10 WIB
KORBAN: Sani, seorang warga Desa Sumberbulu, Kecamatan Tegalsiwalan, di kandang kambing yang disatroni maling, Minggu (26/11) malam.
KORBAN: Sani, seorang warga Desa Sumberbulu, Kecamatan Tegalsiwalan, di kandang kambing yang disatroni maling, Minggu (26/11) malam.

TEGALSIWALAN, Radar Bromo- Pencurian ternak kembali terjadi di wilayah hukum Polres Probolinggo.

Kini, giliran 11 ekor kambing milik Sani, 60, warga Dusun Beringin, Desa Sumberbulu, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, digondol maling.

Sani menduga belasan kambingnya dicuri pada Minggu (26/11) malam. Namun, ia mengaku tak mengetahui pasti pukul berapa. Ia baru mengetahui kambingnya telah raib Senin (27/11), sekitar pukul 05.00.

Awalnya Sani tak menaruh curiga ketika memberi makan ayam-ayamnya di depan kandang kambing. Tampak pintu kandang masih tertutup rapat. Lengkap dengan gemboknya.

“Setelah kasih makan ayam, baru saya buka pintu kandang kambing. Saya kaget melihat kambing-kambing saya sudah tak bersisa,” ujarnya.

Sani lantas melihat ke bagian belakang kandang. Benar saja, pagar bambu disekeliling kandang telah dibobol maling. “Lewat dari belakang. Pagarnya dijebol.

Kalau dari depan memang tidak terlihat. Setelah dijebol, sepertinya kambing itu dibawa lari ke sawah belakang. Ada jejaknya. Jadi, lari ke arah barat,” katanya.

Mengetahui kambingnya raib, Sani kembali ke rumahnya. Ia menginformasikan kepada keluarganya. Keluarga maupun tetangga tidak ada yang mengetahui ketika maling beraksi.

“Karena lokasi kandang juga lumayan jauh dari rumah. Kami tak mendengar apa-apa,” katanya.

“Tetangga juga mengaku tidak mendengan suara apa-apa. Jadi, tidak ada yang tau bagaimana wajah pencurinya ataupun kapan kambing dikeluarkan,” jelasnya.

 

 

Sani mengatakan, kambing-kambing itu telah dipelihara sejak lama. Berawal dari empat ekor.

Kemudian beli lagi hingga bertambah dan beranak. Total ada 11 ekor yang dimaling. Terdiri atas 3 ekor jantan, 7 ekor betina, 1 ekor anak kambing.

“Kalau ditotal kerugian bisa mencapai Rp 25 jutaan. Sebab, memang kambing saya sudah besar-besar. Bagus kambingnya. Kalau dijual bisa laku mahal,” ujarnya.

Meski kemalingan, Sani belum melapor ke pihak kepolisian. Ia mengaku ikhlas. Ia hanya melapor ke kepala desanya.

Terpisah, Kepala Desa Sumberbulu Supmawati mengaku masih berusaha membantu korban mencari keberadaan kambingnya.

“Saat ini masih kami upayakan pencariannya hingga tiga hari ke depan,” katanya. (mg/rud)

Editor : Ronald Fernando
#polsek tegalsiwalan #pencurian hewan