TONGAS, Radar Bromo - Robohnya gudang milik warga Desa Tanjungrejo, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, Buradianto, 46, menelan kerugian besar.
Gudang yang roboh disapu angin kencang Sabtu (25/11), membuat korban rugi sekitar Rp 100 juta.
Gudang semipermanen ini terletak di samping rumah korban. Di dalamnya tersimpan sejumlah peralatan hajatan. Seperti, kursi, piring, meja, alat masak, tenda, hingga sound system.
Saat itu, kata Buradi, sekitar pukul 16.00, hujan lebat. Sekitar pukul 16.30, angin berembus kencang. Gudangnya roboh. Syukur tak ada korban jiwa. Kondisi ini juga menjadi perhatian warga sekitar.
“Mereka hendak membantu mengevakuasi genting dari gudang. Saya larang. Sebab, di sana banyak paku. Di bawahnya juga banyak piring. Khawatir melukai mereka. Apalagi kondisi hujan dan angin masih belum reda,” katanya.
Sampai Senin (27/11) siang, gudang ini masih dibiarkan. Buradi mengaku masih menunggu tukang untuk mengevakuasinya. Soal kerugian, menurutnya mencapai sekitar Rp 100 juta.
“Sebab, di dalamnya banyak barang-barang usaha persewaan saya. Seperti sound system, piring, dan sebagainya. Kemungkinan rusak karena tertimpa atap gudang,” katanya.
Ia mengaku bersyukur karena kejadian ini tidak sampai memakan korban jiwa.
Apalagi, saat itu sejumlah karyawannya berencana memasukkan perkakas ke gudang. Perkakas itu bekas disewa tetangganya.
“Setelah hajatan selesai, dikembalikan. Karyawan hendak memasukkannya. Mau diturunkan dari mobil, gudangnya roboh dulu, sehingga tidak jadi masuk gudang. Alhamdulillah, itu kalau sampai masuk gudang kemungkinan akan ada korban jiwa,” katanya.
Buradi mengaku telah melapor ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten Probolinggo. Terpisah, Kepala Pelaksana BPDB Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengaku akan memberikan bantuan. Berupa terpal.
“Terkait proses evakuasi, biasanya dilakukan swadaya oleh masyarakat. Namun, bila ada agenda demikian, biasanya kami hanya bersifat membantu,” katanya. (mg/rud)
Editor : Jawanto Arifin