KANIGARAN, Radar Bromo - Sejumlah jalan nasional di Kota Probolinggo masih gelap. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo menyebut, setidaknya butuh tambahan 200 unit penerangan jalan umum (PJU).
Dishub sudah mengusulkan ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI agar ada tambahan PJU. Namun, sejauh ini belum diketahui secara pasti akan ada tambahan PJU atau tidak.
Kepala Bidang Pengembangan Transportasi Dishub Kota Probolinggo Deddy Ariawan mengatakan, jalan nasional masih butuh tambahan PJU. Terutama di jalur lingkar utara (JLU) dan jalur lingkar selatan (JLS).
Titik yang cukup gelap di JLU, kata Deddy, terletak di Simpang Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL) hingga Rusunawa Bestari, Kecamatan Mayangan. Di sana, sedikitnya butuh tambahan 30 unit PJU.
Sedangkan, di JLS titik paling gelap berada mulai dari Perempatan Pasar Wonoasih ke arah timur hingga Jembatan Sutami, Kelurahan Kedunggaleng, Kecamatan Wonoasih. Di sana dibutuhkan minimal 40 PJU.
“Kami upayakan agar ada tambahan PJU baru setiap tahunnya. Kami sudah usulkan ke Pemerintah Pusat agar tahun depan ada tambahan PJU,” katanya.
Ia mengakui, hanya bisa menunggu usulannya diterima. Karena kewenangan sepenuhnya berada di tangan Pemerintah Pusat, sebab lokasinya berada di jalan nasional. Tahun ini, ada tambahan 17 PJU di JLS. Tepatnya di dekat RSUD Ar-Rozi.
Deddy mengatakan, Dishub tidak lepas tangan begitu saja. Seperti di dekat Rusunawa Bestari, ada beberapa PJU milik pemkot. Karena dulu JLU merupakan kewenangan Pemkot Probolinggo, sebelum dilakukan tukar guling dengan Jalan Panglima Sudirman.
“PJU yang masih milik pemkot, tetap kami rawat. Kalau rusak, langsung kami ganti. Tentu tetap berkoordinasi dengan Pusat,” jelasnya. (riz/rud)
Editor : Ronald Fernando