TONGAS, Radar Bromo–Nahas dialami Sanuri, 58. Warga Dusun Kapasan RT 23/RTW 09, Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo itu meninggal usai tertabrak kereta api (KA) Probowangi.
Kecelakaan maut itu terjadi di perlintasan KM 90 di Dusun Penjaringan, Desa Bayeman, Tongas, Kabupaten Probolinggo.
Usai tertabrak KA, Sanuri terpental sejauh lima meter bersama motornya. Dia luka parah. Hingga akhirnya meninggal di lokasi kejadian.
Kecelakaan itu terjadi Sabtu (11/11) pagi, sepulang korban mencari rumput.
Sebelumnya sekitar pukul 07.40, korban Sanuri memang mencari rumput untuk pakan ternak. Dia mencari rumput di sebelah utara perlintasan KA di Dusun Jaringan Utara, Bayeman.
Setelah dirasa mendapat cukup rumput, korban pun pulang dengan mengendarai motor Yamaha Vega miliknya.
Sesampainya di perlintasan KA KM 90, kereta api Probowangi melintas.
Warga pun meneriaki korban, memberitahu ada kereta melintas. Namun, korban tetap melajukan motornya melintasi rel.
“Informasi yang kami himpun dari warga, saat itu kereta api itu sudah dekat. Hanya terpaut 100 meter dengan korban,” terang PLT Kapolsek Tongas, Ipda Atim.
Warga juga telah meneriaki korban. Memberi peringatan bahwa ada kereta melintas.
“Namun korban tak menghiraukan. Dia tetap menyeberang,” kata Atim pada Jawa Pos Radar Bromo.
Akibatnya, korban tertemper kereta yang lewat. Dia pun mengalami luka berat. Utamanya di bagian kepala.
“Sehingga korban meninggal di tempat. Petugas telah mengevakuasi jenazah korban. Selanjutnya jenazah dibawa ke ruang jenazah RSUD Tongas,” katanya. (mg/hn)
Editor : Muhammad Fahmi