MAYANGAN, Radar Bromo- Sejak wisata Kumkum di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan ditutup, tempat ini langsung lengang. Hanya sedikit pengunjung yang datang dan menikmati suasana laut tanpa bisa berenang.
Kondisi ini membuat pemilik warung dan warga, mengeluh. Praktis jumlah kunjungan turun. Mereka pun berharap agar wisata Kumkum bisa dibuka lagi.
Sepinya pengunjung terlihat Selasa (7/11). Memang ada beberapa pengunjung yang datang. Tapi bisa dihitung dengan jari.
Pengunjung yang datang juga tidak berendam atau berenang seperti sebelumnya. Hanya ada beberapa orang yang terlihat duduk di gazebo dan menikmati kopi di atas lincak warung.
Pemilik warung KR, Ningsih mengungkapkan, penutupan wisata Kumkum berdampak pada penjualan di warungnya. Di lapaknya itu, yang paling diminati di warung miliknya adalah kopi dan minuman dingin untuk pelepas dahaga.
Saat Kumkum beroperasi, pengunjung bisa berkisar 200-an orang. Itu pada hari kerja. Sementara saat akhir pekan, bisa sampai ribuan orang. Namun, dalam dua hari ini, hanya sekitar puluhan orang.
“Pengunjung yang datang biasanya habis berendam atau berenang, langsung pesan kopi bagi bapak bapak. Kalau usia anak pesan minuman dingin,” kata pemilik warung paling utara ini
Dia berharap agar wisata Kumkum bisa beroperasi lagi. Sebab, omset yang diperolehnya sejak ditutup Senin lalu (6/11), turun hingga 80 persen. Warung miliknya bergantung pada pengunjung yang datang.
“Sejak Kumkum ditutup, warung saya jadi sepi. Sebab, ramai tidaknya warung bergantung sama pengunjung. Kalau Kumkum tidak ada, ya sepi pengunjung yang datang ke sini,” jelasnya.
Ditutupnya Kumkum dan tidak diperbolehkannya untuk berenang, juga disayangkan pengunjung. Anton salah satunya. Dia berharap agar wisata Kumkum kembali dibuka.
Sebab, dia memiliki sugesti jika wisata ini terbukti membawa banyak kesembuhan pada pengunjung yang datang. Termasuk dirinya.
Baca Juga: Usai Ada Bocah Tenggelam, Wisata Kumkum di Pelabuhan Ditutup, Dinilai Ilegal, Ini Alasannya
“Badan saya yang pegal menjadi segar setelah berendam di sini. Selain itu, juga menjadi roda penggerak ekonomi bagi warung pedagang. Jadi, semoga bisa dibuka kembali,” tuturnya.
Di sisi lain, Kasi Pelayanan Teknis Syahbandar Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan, Nonot Wijayanto menyebut, Kumkum ditutup karena dinilai membahayakan. Sebab laut bukan untuk tempat wisata.
“Terkait apa nanti akan dibuka lagi, masih kami koordinasikan. Sementara ditutup dahulu sampai ada kebijakan lebih lanjut,” katanya
“Pengunjung tetap bisa datang, asal tidak berendam,” terang Nonot. (riz/fun)
Editor : Ronald Fernando