MAYANGAN, Radar Bromo - AJ, salah satu bocah tenggelam di kawasan wisata kumkum Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan, Kota Probolinggo secara perlahan kondisinya berangsur membaik.
Staf Bagian Humas, Layanan Informasi, dan Pengaduan di RSUD dr Mohamad Saleh Rizki Mustofa menyebut, kondisi AJ berangsur pulih. Namun, ia masih syok dengan kejadian itu. berulang kali bocah ini menangis.
“Tidak ada luka yang dialami AJ. Murni ia hanya mengalami trauma karena sempat tenggelam,” jelas Rizki Mustofa.
“Sekarang ia masih dirawat di ruang intensive care unit (ICU),” imbuh Rizki pada Jawa Pos Radar Bromo.
Diketahui, AI, 8, yang tidak lain teman AJ, meninggal setelah tenggelam di Wisata Kumkum di PPP Mayangan, Kota Probolinggo, Minggu (5/11) siang.
Awalnya dua bocah kelas 2 SD asal Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, itu kumkum di pelabuhan. Selain mereka, ada pengunjung lain yang juga kumkum.
Namun, tiba-tiba keduanya hilang dari pandangan. Hanya tangan AJ melambai-lambai ke atas.
Seorang pengunjung segera sadar bahwa bocah tersebut tenggelam. AJ akhirnya bisa diselamatkan. Namun, nyawa Al tidak tertolong.
Meninggalnya bocah di wisata kumkum di PPP Kota Probolinggo, menyisakan duka bagi keluarga. Mereka tak punya firasat apapun.
Kesedihan itu salah satunya dirasakan Wsn, 59. Nenek Al menyebut, cucunya itu berpamitan untuk main ke Wisata Kumkum bersama bibinya.
Orang tuanya tidak ikut karena sedang bekerja. Ia pun tidak menyangka cucunya tewas tenggelam.
"Sudah izin ke saya. Bilangnya mau kumkum. Karena bersama bibinya, saya pun mengizinkan. Sebab, ada yang mengawasi," tutur Warsini dengan raut sedih. (riz/hn)
Editor : Jawanto Arifin