KANIGARAN, Radar Bromo- Tagihan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang harus dibayarkan Pemkot Probolinggo setiap bulan mencapai Rp 1,2 miliar. Namun, anggaran yang dialokasikan dalam APBD 2023, Rp 12,45 miliar, tersisa Rp 119 juta. Karena itu, Pemkot mengalokasikan anggaran tambahan melalui Perubahan APBD 2023, sebesar Rp 2,1 miliar.
Dengan tambahan anggaran Rp 2,1 miliar ini, Pemkot optimistis mencukupi untuk biaya tagihan pada November-Desember 2023. Sebab, ada tren penurunan untuk tagihan PJU.
“Kami tambah Rp 2,1 miliar. Sebab, anggaran yang dialokasikan dalam APBD tersisa 119 juta. Insyaallah, anggaran Rp 2,1 mecukupi sampai Desember,” ujar Kepala Bidang Pengembangan Transportasi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo Deddy Ariawan.
Deddy mengak sejak Januari-Oktober, total tagihan PJU mencapai Rp 12,33 miliar. Jika di rata-rata, dalam sebulan Dishub harus membayar Rp 1,23 miliar.
Namun, pada Oktober, ada tren penurunan tagihan PJU. Jika September, Dishub harus membayar Rp 1,241 miliar, pada Oktober hanya Rp 1,229 miliar. Menurun Rp 12 juta.
Berkaca pada pengalaman tahun sebelumnya dan adanya tren penurunan tagihan PJU, Deddy mengaku, optimistis tagihan PJU pada November dan Desember bisa di bawah Rp 1,2 miliar. “Kami yakin cukup, karena biasanya kalau akhir tahun turun,” ujarnya. (riz/rud)
Editor : Ronald Fernando