KRUCIL, Radar Bromo - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Gunung Argopuro, masuk Desa Kalianan, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, Jumat (27/10) malam. Kebakaran yang terjadi diprediksi cukup besar. Sebab, hingga Minggu (29/10) atau dua hari kemudian, api belum juga padam.
Kebakaran yang terjadi di Argopuro ini langsung viral di media sosial. Salah satunya di akun Instagram, Explore Wisata Probolinggo. Dalam unggahannya, disebutkan bahwa pendakian Gunung Argopuro ditutup total. Sebab, terjadi kebakaran di kawasan sabana Cikasur dan Cemoro Limo. Bahkan, api kemudian merembet ke puncak Argopuro.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Zubaidullah saat dikonfirmasi membenarkan kebakaran tersebut. Pihaknya mendapat kabar dari relawan pukul 23.00, Jumat (27/10). Lokasi kebakaran berada di koordinat -7.97989 113.58907 atau 7°58'47"S 113°35'20"E. Tepatnya di Desa Kalianan, Krucil.
Namun, Zubaidullah menegaskan bahwa titik kebakaran sebenarnya bukan di Desa Kalianan. Melainkan di Blok Cikasur. Akses terdekar ke Cikasur sendiri biasanya melewati taman hidup di Bermi, Kecamatan Krucil.
"Lokasi tersebut pada aplikasi Google Maps bukan berada di alamat tersebut. Titik koordinat itu hanya sinyal dan tower GPS yang masih mengikuti lokasi tersebut," katanya saat dikonfirmasi, Minggu (29/10).
Lokasi yang sebenarnya berada pada Blok Cikasur, yaitu di Selatan Cisentor arah selatan lereng Argopuro. Berjarak kurang lebih 13 kilometer dari Desa Kalianan, Kecamatan Krucil.
Argopuro sendiri merupakan kawasan Suaka Margasatwa (SM) Dataran Tinggi Yang. Lokasi kebakaran masuk BKSDA wilayah III Jember, wilayah administratif Kabupaten Probolinggo.
Menurut Zubaidullah, sampai dengan saat ini proses pemadaman masih dilakukan. Tim relawan bersama petugas terkait berangkat sejak Sabtu (28/10) menuju lokasi yang sudah dilaporkan untuk memadamkan api. Namun, proses pemadaman sulit dilakukan. Sebab, lokasinya berada di puncak dan angin bertiup cukup kencang.
"Kami terkendala sinyal untuk berkomunikasi. Informasi terakhir, sampai Minggu (29/10) siang pemadaman masih dilakukan. Penyebab kebakaran juga belum diketahui. Semoga bisa segera dipadamkan," tuturnya. (ar/hn)
Editor : Jawanto Arifin