Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jembatan Kaca di Banyumas Pecah, Klaim Jembatan Kaca Bromo Aman, Ini Spesifikasinya

Agus Faiz Musleh • Jumat, 27 Oktober 2023 | 17:50 WIB

 

BELUM BUKA: Jembatan kaca di kawasan wisata Seruni Point, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, ini selesai dibangun. Namun, belum dibuka resmi hingga kini.
BELUM BUKA: Jembatan kaca di kawasan wisata Seruni Point, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, ini selesai dibangun. Namun, belum dibuka resmi hingga kini.
 

 

KRAKSAAN, Radar Bromo – Tragedi pecahnya jembatan kaca di kasawan wisata Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, langsung direspons Pemkab Probolinggo. Pemkab memastikan, jembatan kaca Bromo di kawasan wisata Seruni Point, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo kondisinya aman.

Menurut Asisten II Pemkab Probolinggo Hasyim Ashari, konstruksi jembatan kaca di Seruni Point itu kualitasnya bagus. Selain itu, bahan yang digunakan berbeda dengan jembatan kaca yang ada di kawasan wisata Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Banyumas.

“Berbeda ya konstruksinya. Bahan yang digunakan juga tidak sama. Pelaksananya pun berbeda. Jadi kualitasnya berbeda. Tidak bisa disamakan,” katanya, Kamis (26/10).

Hasyim pun meyakinkan, jembatan kaca yang saat ini belum dibuka itu akan aman dilewati para wisatawan. Sehingga, pengunjung yang ingin berkunjug suatu saat tidak perlu khawatir.

“Saya berharap, saat dibuka nanti masyarakat tidak perlu khawatir. Sebab, konstruksi jembatan kaca yang ada di Probolinggo sangatlah baik,” tegasnya.

Saat ini, pembukaan jembatan kaca yang ada di kawasan wisata Seruni Point itu masih menunggu rest area Seruni Point yang dalam masa pengerjaan.

“Insyallah Desember jembatan kaca bakal dibuka. Menunggu pengerjaan rest area rampung,” ujarnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwasata (Dispopar) Kabupaten Probolinggo Heri Wahyudi mengatakan, Khusus jalur jembatan kaca belum ada pembahasan detail teknis. Tapi, sudah ada acuan bahwa nantinya wisata yang melalui jalur jembatan kaca adalah wisata minat khusus.

“Artinya, tidak semua bisa melintas. Misalnya hanya yang berani, kondisi fisik bagus, dan ada batasan usia bagi anak-anak,” lanjutnya.

Ke depan, menurut Heri, akan ada agenda pembicaraan teknis lebih lanjut. Utamanya tetang kunjungan. Seperti tiket melintas jalur jembatan kaca khusus, kecuali masuk kawasan.

“Wajib online 100 persen, sehingga dalam sehari kuota wisatawan yang akan melintas jalur jembatan kaca bisa tertata. Banyak hal lain juga yang harus diperhatikan, utamanya urusan keamanan,” ujarnya.

Perihal kejadian di Banyumas, Pemerintah Kabupaten Probolinggo menurutnya turun prihatin. Menurutnya, kejadian itu juga mengingatkan semua pengelola wisata agar mengutamakan keamanan dalam pengelolaan lokasi wisata. Tidak hanya wisata jembatan kaca, tapi juga wisata lain yang berisiko tinggi.

Heri menambahkan, lantai kaca di Jembatan Kaca Seruni Point memiliki ketebalan 25 mm. Jenisnya kaca laminasi dengan perkuatan Sentry Glas Plus (SGP). Yaitu, perpaduan dua kaca atau lebih yang direkatkan satu sama lain dengan menggunakan satu atau lebih lapisan interlayer berupa SGP. Sehingga, termasuk kuat.

Daya tampung jembatan kaca bahkan bisa sampai 100 Orang. Namun, untuk memastikan keamanan wisatawan nantinya, jembatan kaca itu hanya boleh dilewati 30 orang saja dengan durasi waktu yang akan diatur sedemikian rupa.

“Nantinya setiap 30 orang ini akan dipandu satu guide. Namun, bagaimana teknisnya, masih dibahas,” lanjutnya.

Kekuatan kaca pada jembatan kaca ini juga sudah dipastikan baik. Ini  berdasarkan pengujian di Balai Geoteknik, Terowongan, dan Struktur Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR.

Lalu di sekitar jembatan kaca akan ada sarana prasarana pendukung. Antara lain, rest area, tempat parkir, kios-kios, amfiteater (jalur masuk jembatan kaca).

“Semua sarana dan prasana itu masih dalam pembangunan. Sejauh ini amfiteater progresnya 80 persen. Sedangkan sarpras jalur keluar masih 50 persen,” ujarnya. (mu/hn)

Editor : Ronald Fernando
#jembatan kaca bromo