Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Salon Ambrol usai Normalisasi Sungai Proyek Gladak Serang

Fahrizal Firmani • Kamis, 26 Oktober 2023 | 17:45 WIB
AMBROL: Bangunan salon yang ambrol setelah normalisasi sungai di kawasan Gladak Serang, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Bangunan ini berdiri di atas plengsengan sungai yang dinormalisasi.
AMBROL: Bangunan salon yang ambrol setelah normalisasi sungai di kawasan Gladak Serang, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Bangunan ini berdiri di atas plengsengan sungai yang dinormalisasi.

KANIGARAN, Radar Bromo - Proyek pembangunan kawasan Gladak Serang di Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, berdampak.

Sebuah salon yang ada di bibir sungai, dindingnya ambrol setelah normalisasi sungai. Bagian yang ambrol adalah kamar belakang.

Peristiwa ini terjadi Jumat (20/10). Beruntung, saat ambrol bangunan berukuran 1,5 x 3 meter itu dalam kondisi kosong. Sehingga, tidak ada korban jiwa. Sementara pemiliknya diperkirakan mengalami kerugiaan materiil (kermat) sekitar Rp 50 juta.

Salon itu sendiri sehari-sehari digunakan Samin, 45, warga Desa Palangbesi, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, untuk usaha salon pria dan wanita. Ia menggunakan hak pakai dari adiknya, Saryono, 40.

Sehari sebelum ambrol atau Kamis (19/10), lantai rumahnya sempat menggelembung. Namun, ia tidak melaporkan kejadian ini. Ia baru melapor ke kantor Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR-Perkim) pada Jumat (20/10).

“Lantai rumah memang sempat tidak simetris sehari sebelum ambrol. Namun, saya tidak langsung melapor. Saya baru melaporkan kejadian ini saat sudah ambrol. Yaitu, pada hari Jumat,” kata Samin.

Rabu (25/10), Komisi III DPRD Kota Probolinggo pun datang ke lokasi untuk mengecek bangunan yang ambrol itu. Dewan meminta agar rumah ini segera diperbaiki oleh pelaksana proyek pembangunan kawasan Gladak Serang.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Abdus Syukur pun sangat menyayangkan kejadian ini. Menurutnya, ini menunjukkan perencanaan teknis dari pelaksana tidak berjalan baik.

“Sudah ada surat perjanjian dengan Dinas PUPR-Perkim. Bahwa kerusakan ini menjadi tanggung jawab dari rekanan,” terang Syukur.

Kabid Bina Marga Gigih Ardityawan Pratama menyebut, kerusakan pada salon itu merupakan dampak pengerukan atau normalisasi sungai di kawasan setempat.

Dalam pembanguman itu, memang ada kegiatan normalisasi sungai sedalam 3 meter. Sebab, sungai mengalami pendangkalan atau sedimentasi.

Normalisasi itu sendiri dilakukan pekan lalu. Salah satu yang dinormalisasi yaitu titik tempat di atasnya berdiri bangunan salon tersebut.

“Jadi bangunan salon itu berdiri di atas plengsengan. Pas pengerukan untuk mengangkat sedimentasi, kemungkinan plengsengan kena angkat juga. Akibatnya, bangunan itu ambrol,” terang Gigih.

Pihaknya, menurut Gigih, sudah menyampaikan ke rekanan yaitu CV Rizky Putra agar kerusakan itu diperbaiki. Tentu usai normalisasi sungai rampung.

“Tanggung jawab kami yaitu mengembalikan kondisi bangunan itu seperti semula. Jadi, itu nanti yang akan kami lakukan,” terangnya. (riz/hn)

Editor : Jawanto Arifin
#gladak serang #proyek kota probolinggo