MAYANGAN, Radar Bromo- Gedung olahraga (GOR) A. Yani Kota Probolinggo, tahun ini ditargetkan menyumbang pendapatan asli daerah PAD) sekitar Rp 50 juta. Namun, kurang tiga bulan tutup tahun 2023, realisasinya masih nol.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisatan (Dispopar) Kota Probolinggo Rachmadeta Antariksa mengatakan, sejak beberapa tahun terakhir, GOR A. Yani digunakan sebagai Mal Pelayanan Publik (MPP). Karena itu, sempat tidak ditarget menyumbang PAD.
Namun, dalam APBD 2023, kembali ditarget harus memompa PAD sekitar Rp 50 juta. Dengan rencana, pada awal 2023 sudah tak lagi menjadi MPP. Karena gedung MPP di Jalan Hayam Wuruk diharapkan sudah bisa ditempati.
“Tetapi, ternyata rencana itu tidak terealisasi. Gedung MPP masih proses pemeliharaan dan penataan, sehingga layanan MPP tetap berada di GOR A. Yani sampai sekarang,” katanya, kemarin (19/10).
Kondisi ini membuat target PAD GOR A. Yani masih nihil. “Nanti setelah layanan MPP pindah ke gedung MPP, kami akan lakukan pemeliharaan ringan. Seperti pengecetan. Selanjutnya, diharapkan dapat mendongkrak retribusi dan menyumbang PAD,” harapnya.
Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) Kota Probolinggo Muhammad Abas berharap, akhir bulan ini pelayanan MPP bisa pindah ke gedung MPP. “Insyaallah, tanggal 6 November pelayanan MPP pindah di Gedung Hayam Wuruk,” katanya. (mas/rud)
Editor : Ronald Fernando