Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Geger Jenazah Nenek di Sungai, Korban Diduga Terpeleset saat Mau Wudhu

Achmad Arianto • Rabu, 18 Oktober 2023 | 06:53 WIB

 

LOKASI: Polsek Banyuanyar melakukan olah TKP di sungai. Tempat biasa yang dipakai untuk mandi dan wudu korban. Inset, Jenazah korban sebelum dievakuasi.
LOKASI: Polsek Banyuanyar melakukan olah TKP di sungai. Tempat biasa yang dipakai untuk mandi dan wudu korban. Inset, Jenazah korban sebelum dievakuasi.

 

BANYUANYAR, Radar Bromo - Nahas menimpa Husna, 74, warga Dusun Masjid, Desa Banyuanyar Kidul, Kecamatan Banyuanyar. Perempuan lanjut usia ini ditemukan meninggal dunia setelah terpeleset saat hendak mandi di sungai dekat rumahnya, Selasa (17/10). Tubuh korban terseret arus sungai sejauh 200 meter.

Jenazah korban sebelumnya tidak dikenali. Pasalnya, saat ditemukan dalam kondisi tengkurap dan tanpa menggunakan busana. Hal ini pun membuat gempar warga desa setempat. Foto mayat tersebut sempat beredar di media sosial.

Muhammad, 34, warga desa setempat mengatakan jika penemuan jenazah tersebut diketahui oleh warga desa yang saat itu sedang melintas di jalan Desa Banyuanyar Kidul menuju Desa Blado Wetan. Di sisi timur ruas jalan tersebut merupakan sungai. Tiba-tiba warga melihat sebuah tubuh mengapung di sungai yang memiliki arus deras dengan kedalaman sekitar 30 sentimeter.

"Ramainya sekitar pukul 06.00. Ada mayat hanyut sungai. Berita tersebut kemudian menyebar. Saat ditemukan, tidak menggunakan busana," katanya.

Kata Muhammad, warga yang mengetahui hal itu tidak berani mengambil tindakan. Mereka khawatir jika jenazah tersebut meninggal karena aksi kriminalitas.

Hingga akhirnya, salah satu warga Dusun Masjid menduga jika jenazah di sungai tersebut adalah keluarganya. Sebab, dari ciri-ciri tubuhnya mirip dengan keluarganya yang sudah tua.

"Datang salah satu keluarga korban mengecek. Rupanya benar jika jenazah tersebut memang keluarganya. Kemudian membawanya pulang untuk segera dimakamkan," tuturnya.

Kanit Reskrim Polsek Banyuanyar Aipda Andri Okta mengatakan, jenazah tersebut merupakan warga dusun setempat. Rumahnya tidak jauh dari lokasi kejadian. Korban merupakan perempuan yang sudah lanjut usia.

Polisi menduga, insiden tersebut bermula saat korban yang setiap paginya sekitar pukul 04.30 mandi di sungai dan kemudian berwudu. Di sungai selatan rumah korban berjarak sekitar 5 meter.

Diduga saat hendak turun sungai kemudian terpeleset. Arus sungai yang cukup deras kemudian menyeret tubuh korban sejauh 200 meter.

Korban sebelumnya menggunakan sarung. Namun, karena arus cukup deras, sarung terlepas dari tubuhnya. Sehingga saat ditemukan tidak menggunakan busana dalam posisi tengkurap di sisi sungai yang lebih dangkal. Sarung tersebut ditemukan 50 meter dari tubuh korban.

"Keluarga korban sebelumnya sudah curiga. Jika Jenazah yang ada di sungai adalah Husna. Sebab, biasanya pukul 05.30 pulang ke rumah setelah selesai salat subuh di musala yang juga dekat rumah," ujarnya saat dikonfirmasi.

Keluarga sebenarnya sudah mengecek keberadaan Husna di musala, namun tidak ada. Kemudian mendatangi lokasi penemuan jenazah. Lebih dari dua orang keluarga korban dan warga desa setempat turun ke sungai dan membalikan tubuh jenazah. Benar saja  jenazah tersebut adalah Husna. Keluarga kemudian segera membawa pulang korban dan segera dilakukan pemakaman.

Dari keterangan yang disampaikan oleh keluarga. Korban memiliki riwayat penyakit stroke ringan. Sehingga, kalau berjalan tidak lancar. Kaki sebelah kanan pada saat berjalan agak diseret.

"Korban sudah lanjut usia. Pihak keluarga menganggap kejadian ini adalah sebuah musibah. Dan tidak berkenan dilakukan otopsi," tandasnya. (ar/fun)

Editor : Ronald Fernando
#polsek banyuanyar #Nenek Tenggelam