Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Paiton Energy Ubah Limbah dari Taman Margasatwa Ragunan Jadi Energi

Jamaludin • Jumat, 22 September 2023 | 12:45 WIB

 

ENERGI ; Presiden Direktur PT Paiton Energy Koichiro Miyazaki kanan dan Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta Bayu Meghantara melihat langsung program WTE di Taman Margasatwa Rag
ENERGI ; Presiden Direktur PT Paiton Energy Koichiro Miyazaki kanan dan Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta Bayu Meghantara melihat langsung program WTE di Taman Margasatwa Rag
 

JAKARTA, Radar Bromo – PT Paiton Energy terus berupaya mengenalkan energi terbarukan kepada masyarakat. Perusahaan yang bergerak dibidang pembangkit listrik ini baru saja meluncurkan program waste to energy (WTE) CSR Project atau konversi limbah menjadi energi, di Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Selasa (19/8).

Sejauh ini TMR yang berada di Jakarta Selatan ini merawat lebih dari 2 ribu ekor satwa. Dari ribuan satwa itu, dihasilkan lebih dari 1 ton sampah tiap harinya dari kotoran hewan dan sisa pakan. Kotoran hewan mayoritas dihasilkan oleh gajah. Kemudian  hewan Nilgai, Kapibara hingga banteng.

Melalui program tersebut, kini TMR secara mandiri mengubah limbah organik terutama kotoran hewan, menjadi gas dan tenaga listrik. Selain peluncuran WTE, di lokasi tersebut juga disiapkan Learning Center. Kedua program tersebut hasil kerja sama TMR dengan PT Paiton Energy. TMR selama ini mengelola limbah kotoran hewan dengan memindahkannya ke landfill area di TMR.

Limbah yang terkumpul kemudian diubah menjadi kompos. Namun hal ini menghadapi kendala terbatasnya lahan dan sumber daya. Dengan program WTE CSR Project ini, Paiton Energy mengembangkan solusi pengelolaan limbah yang terintegrasi dengan pengembangan energi terbarukan.

WTE mengoperasikan delapan unit mesin biodigester yang berfungsi mengolah kotoran hewan dan sampah organik untuk menghasilkan biogas yang dapat menggerakkan mesin pembangkit listrik. Disebut Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Biogas. Selain itu, juga dilengkapi penampung limbah dan alat pencacah. Kemudian tabung filter gas, penampung gas metana hingga generator.

PLTSa Biogas di TMR yang selanjutnya dikelola secara mandiri oleh Tim TMR dapat beroperasi mengolah limbah sampah organik dan kotoran hewan maksimal dua ton per hari. PLTSa biogas tersebut menghasilkan listrik sebesar 234 kWh. Listrik akan dimanfaatkan untuk kebutuhan WTE dan Learning Center.

Selain itu, mesin biodigester juga bisa memproduksi pupuk kompos. Baik padat maupun pupuk cair organik untuk pertanian yang dapat dimanfaatkan oleh Unit Pengelola dan juga pengunjung Taman Margasatwa Ragunan.

TMR dan Paiton Energy bekerja sama dalam program Waste to Energy dan Learning Center karena sampah termasuk limbah organik merupakan masalah yang serius dan salah satu sektor yang berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca dalam bentuk emisi metana (CH4) dan karbondioksida (CO2) yang dihasilkan dari tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Pada akhirnya, emisi metana dan karbondioksida tersebut akan turut memicu perubahan iklim yang dapat mengancam semua kehidupan di muka bumi. Bagi Paiton Energy, program WTE di TMR ini menjadi kelanjutan dari kesuksesan program serupa yang telah diluncurkan di Universitas Indonesia pada akhir 2021.

Presiden Direktur PT Paiton Energy Koichiro Miyazaki mengatakan, program tersebut merupakan aksi nyata kolaborasi antara pihak swasta dengan instansi pemerintah untuk upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim melalui sejumlah program inisiatif pengurangan dan penyerapan emisi karbon yang berkelanjutan.

“Keberadaan WTE ini juga sangat bermanfaat untuk mengatasi limbah organik di TMR sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan menghasilkan energi dari sumber terbarukan,” kata Miyazaki.

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta Bayu Meghantara menjelaskan , TMR sebagai salah satu Unit Pengelola di bawah naungan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta telah menjadi proyek percontohan dalam pengelolaan limbah organik yang pada awalnya hanya menjadi kompos, dan saat ini telah dikembangkan untuk menjadi energi yang ramah lingkungan berupa biogas dan listrik.

“Dan untuk itu kami sebagai institusi pemerintah sangat mengapresiasi kerja bersama antara Pemprov DKI Jakarta dan PT Paiton Energy untuk terus berkesinambungan mengembangkan energi yang ramah lingkungan,” katanya

Kepala Unit Pengelola TMR Endah Rumiyati mengatakan, TMR memiliki misi yang sejalan dengan PT Paiton Energy, yaitu menjadikan limbah organik menjadi produk yang dapat berguna untuk kebaikan alam.

“PT Paiton Energy selalu memiliki perhatian mendalam terhadap lingkungan, dan melalui pengembangan pengelolaan kompos menjadi energi biogas dan listrik, kami telah berhasil menciptakan sumber energi yang lebih ramah lingkungan,” kata Endah. (uno/fun)

Editor : Ronald Fernando
#pt paiton energy #taman margasatwa ragunan