Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Lagi, Warga di Tamansari Dringu Stop Tambang Gunung Pandek, Minta Jauhi Makam

Inneke Agustin • Selasa, 19 September 2023 | 14:08 WIB
DEMO: Satu unit ekskavator berada di area tambang galian C di Gunung Pandek, Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Serta, sejumlah warga yang melakukan aksi demo, Senin (18/9).
DEMO: Satu unit ekskavator berada di area tambang galian C di Gunung Pandek, Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Serta, sejumlah warga yang melakukan aksi demo, Senin (18/9).

DRINGU, Radar Bromo - Polemik tambang galian C di Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, kembali memanas. Senin (18/9), sekitar pukul 07.00, puluhan warga menghentikan paksa proses penambangan yang menggunakan tiga ekskavator itu.

Puluhan pendemo merupakan warga Desa Sekarkare, Kecamatan Dringu. Mereka meminta penambangan dihentikan. Karena makin dekat dengan makam yang mereka keramatkan. Yakni, Makam Mbah Wali Agung Raden Joyo Laksono di Gunung Pandek, Desa Tamansari.

Di lokasi, terlihat aktivitas penambangan dilakukan di sisi barat, utara, hingga selatan makam. Menggunakan alat berat berupa tiga unit ekskavator.

“Sudah bulanan. Tapi, baru mendekat ke area makam ini sekitar semingguan. Kami khawatir merusak makam. Itu kan makam leluhur,” ujar salah satu warga Desa Sekarkare, Masru, 30.

BUKAN SEKALI: Satu unit ekskavator di lokasi tambang. Aksi penolakan tambang ini sudah pernah dilakukan.
BUKAN SEKALI: Satu unit ekskavator di lokasi tambang. Aksi penolakan tambang ini sudah pernah dilakukan.

Pernyataan serupa disampaikan Ismail, 40. Menurutnya, warga meminta tambang dilakukan di lokasi lain. Karena lahan yang kini ditambang bukan lahan kosong, melainkan tanah makam.

“Masalahnya, itu kan tanah makam. Bukan tanah kosong biasa, sehingga warga menuntut agar proses penggalian dilakukan di area lain. Pindah lokasi. Agak jauh dari makam. Biar tidak kena makam,” ujarnya.

Adanya protes dari warga terhadap tambang galian C ini, dibenarkan oleh Camat Dringu Heri Mulyadi. Katanya, tambang galian C ini digunakan untuk pengurukan jalan tol.

“Lokasinya memang di sekitar makam. Tidak ada makam yang terkena dampak. Hanya saja, (warga) khawatir di luar area makam itu, ada makam-makam lain yang sudah ada dari dulu. Jadi, mereka khawatir terkena, sehingga warga menyampaikan agar kegiatan tersebut jangan dekat-dekat dengan makam,” jelasnya.

Setelah dilakukan mediasi, kata Heri, penambang bersedia memindah alat beratnya. Warga pun membubarkan diri dan meninggalkan lokasi tambang.

“Tadi (kemarin) penambang juga sudah menggeser alat beratnya. Sudah tidak di dekat makam lagi. Alhamdulillah kondisinya sudah kembali kondusif,” ujarnya.

Tak hanya camat, Kapolsek Dringu Iptu Anshori juga sempat turun ke lokasi tambang. Menurutnya, area tambam di sekitar Gunung Pandek, masuk lahan milik milik TNI AL.

“Karena aktivitas penggalian ada di dekat makam, membuat warga khawatir. Akhirnya, melakukan aksi itu tadi (demo). Mereka khawatir makam leluhurnya ikut kena keruk. Jadi, tadi (kemarin) untuk aktivitas penambangan sudah dihentikan dan alat beratnya sudah dipindah. Sesuai permintaan warga,” jelasnya.

Informasinya, penambangan ini dilakukan oleh salah satu PT dari Sleman, Jogjakarta, untuk keperluan pengurukan jalan tol. Namun, sampai berita ini ditulis tadi malam, penambang belum berhasil dimintai keterangan. (mg/rud)

Editor : Jawanto Arifin
#tolak tambang #gunung pandek #galian c