KRKASAAN, Radar Bromo- Pengerjaan Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) masih mengalami sejumlah kendala. Tercatat ada lima kendala yang masih terus diupayaakan selesai.
Hal itu diungkap Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo Hengki Cahyo Saputra. Menurutnya, setidaknya ada lima kendala atau hambatan dalam pengerjaan proyek strategis nasional (PSN) ini.
Pertama, terkendala akses galian C pada Perhutani di wilayah timur, Kecamatan Paiton. Kedua, pelaksanaan pengerjaan tol di SUTET milik PLN di wilayah Kecamatan Paiton.
Ketiga, terkait izin galian C di sejumlah wilayah. Keempat terkait rekomendasi teknis (rekomtek) pelaksanaan pengerjaan jalan tol di wilayah sungai milik provinsi. Terakhir, terkendala pembebasan lahan di wilayah Situbondo.
“Alhamdilillah, dari kelima kendala itu terhadap kami (Probolinggo) sudah tidak ada masalah. Kebanyakan kendala itu dari luar. Seperti, rekomtek yang menjadi kewenangan provinsi dan pembebasan lahan di Situbondo,” ujarnya, Jumat (15/9).
Hengki mengatakan, rakor dipimpin langsung oleh Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Helson Siagian. Melibatkan sejumlah lembaga negara. Di antaranya, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian; Kementerian PUPR; Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN); Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK); dan Lembaga Aset Negara.
Pembangunan Tol Probowangi di wilayah Kabupaten Probolinggo memasuki tahap pertama. Untuk ruas Probolinggo-Besuki, memiliki tiga Gerbang Tol di Kraksaan, Paiton, dan Besuki. Selain itu, juga terdapat Simpang Susun Kraksaan, Paiton, dan Simpang Susun Besuki yang dilengkapi dua rest area.
Terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan, Pemkab Probolinggo mendukung penuh PSN jalan tol Probowangi. “Kami terus dukung program dari Pemerintah Pusat. Agar pengerjaannya dapat selesai sesuai target yang telah ditetapkan,” ujarnya. (mu/rud)
Editor : Ronald Fernando