Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Inilah Mereka yang Sukses Sejak Bergabung dengan Sampoerna Retail Community (SRC)

Agus Faiz Musleh • Senin, 11 September 2023 | 12:35 WIB
BERKEMBANG PESAT: Rosida Yuliana, pemilik Toko SRC Barokah di Jalan Taruna RT 3/RW 4 Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, di depan tokonya.
BERKEMBANG PESAT: Rosida Yuliana, pemilik Toko SRC Barokah di Jalan Taruna RT 3/RW 4 Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, di depan tokonya.

KRAKSAAN, Radar Bromo - Transformasi dan digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dirasakan oleh para pemilik toko kelontong di Kabupaten Probolinggo. Utamanya toko kelontong yang tergabung dalam Sampoerna Retail Community (SRC), program pemberdayaan UMKM yang digagas PT HM Sampoerna Tbk. di bawah payung program Sampoerna Untuk Indonesia.

Seperti yang dirasakan Rosida Yuliana, pemilik Toko SRC Barokah di Jalan Taruna RT 3 /RW 4, Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan Kraksaan. Sejak bergabung dengan SRC pada 2015, toko kelontongnya berkembang pesat. Sebagai pemilik ia pun juga merasakan banyak perkembangan positif, terutama dalam hal pengelolaan keuangan dan penataan toko.

“SRC punya slogan ‘Dekat, Hemat, Bersahabat’. Alhamdulillah, saya merasakan sendiri bahwa slogan tersebut benar dan banyak perubahan hingga bisa seperti saat ini,” tuturnya.

Rosida sendiri merintis usaha toko kelontongnya sejak 2010. Lalu pada 2015, dia bergabung dengan SRC. Sejak saat itu pula, dia mendapat pendampingan terus menerus dari SRC. Salah satunya tentang penataan barang-barang di toko yang dilakukan tanpa menggantung barang agar toko terlihat rapi, bersih, dan terang.

RAPI DAN NYAMAN: Sejak bergabung dengan SRC, toko kelontong milik Choirun Nisa kini tertata rapi dengan produk yang lebih lengkap. Pelanggan nyaman berbelanja.
RAPI DAN NYAMAN: Sejak bergabung dengan SRC, toko kelontong milik Choirun Nisa kini tertata rapi dengan produk yang lebih lengkap. Pelanggan nyaman berbelanja.

“Banyak materi yang diberikan hingga sekarang bisa bersaing dengan toko modern. Saat ini, barang di toko tertata dengan rapi. Tidak seperti dulu yang morat-marit. Efeknya, konsumen dapat lebih mudah memilih barang yang hendak dibeli,” lanjutnya.

Dampak lain yang sangat dirasakannya adalah pembeli yang semakin banyak. Hal ini membuat tokonya terus berkembang sampai sekarang. Kalau dulu hanya berukuran 3x4 meter, kini Toko SRC Barokah sudah makin besar.

Tidak hanya itu, Rosida juga mendapat pendampingan tentang manajemen keuangan yang baik. Hal itu membantunya mengelola keuangan toko dengan lebih mudah dan tertata.

“Dulu, tidak hanya penataan barang yang morat-marit, manajemen keuangan juga sama. Namun setelah bergabung dengan SRC, semuanya menjadi lebih rapi dan baik,” ujarnya.

Yang tidak kalah pentingnya, bergabung dengan SRC membuat dirinya memiliki jaringan lebih luas dengan anggota SRC lain. Rosida pun dapat mengetahui update harga barang dengan lebih cepat.

“Jaringan SRC yang luas sangat membantu juga untuk keberlangsungan usaha saya,” katanya.

Hal yang sama dirasakan Choirun Nisa, pemilik Toko SRC Ibu Nisa. Sejak bergabung dengan SRC, tokonya yang berada di tengah perumahan padat penduduk di Kelurahan Sumber Taman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, berkembang pesat. Pembeli bertambah, sehingga pendapatannya pun makin meningkat.

Hal ini bisa dilihat dari ramainya para pembeli sejak Toko SRC Ibu Nisa buka pada pukul 07.00. Banyak pelanggan yang sudah antre di depan tokonya. Nisa pun tampak sibuk melayani pembeli. “Alhamdulillah. Sekarang kalau toko tutup, saya malah kepikiran sama pelanggan,“ kata Nisa.

Nisa tidak menyangka usahanya bakal berubah sejak bergabung dengan SRC. Dia pertama merintis toko kelontongnya pada tahun 1998. Saat itu, toko yang menjadi satu dengan rumahnya itu hanya berukuran 2x3 meter.

Tokonya sangat sederhana. Hanya beratap asbes gelombang. “Dulu toko saya kecil, berantakan, barangnya sedikit. Tidak seperti sekarang yang sampai dua lantai,” tuturnya.

Lalu pada 2019, dia mendapat tawaran bergabung dengan SRC. Awalnya, Nisa sempat menolak. Khawatir harus membayar. “Ternyata tidak. Gratis. Saya akhirnya menerima tawaran itu,” katanya.

Sejak saat itu dia mendapat pendampingan rutin. Salah satunya terkait penataan barang. “Sekarang penataannya harus sesuai jenis produknya,” jelasnya.

Bukan sekadar agar enak dipandang. Namun, juga agar pembeli mudah mencari barang yang dibutuhkan. “Pembeli jadi nyaman berbelanja,” katanya.

Dengan perubahan itu, pembeli yang datang ke tokonya makin banyak. Dari toko kecil, kini menjadi dua lantai. Lantai satu khusus barang kebutuhan sehari-hari. Sedangkan lantai dua untuk barang lainnya.

Semakin beragamnya barang yang dijual SRC Ibu Nisa akhirnya turut meningkatkan pelanggannya. Oleh karena itu, Nisa ingin memperluas tokonya agar barang yang dijual makin lengkap.

“Soal harga, kadang ada konsumen yang membandingkan dengan toko lain. Tapi alhamdulillah, mereka kembali lagi karena di sini lebih murah,” katanya.

Nisa pun tidak ingin merasakan sukses sendiri. Kini, ia juga menggandeng beberapa pelaku UMKM di sekitar tokonya. Salah satunya dengan menyediakan tempat bagi mereka untuk menitipkan barang jualan di tokonya. Seperti salad buah dan beragam kue.

“Sejak bergabung dengan SRC, pikiran lebih terbuka. Kami berjualan tidak untuk kepentingan sendiri. Namun, harus bermanfaat untuk orang lain. Makanya, saya ingin membantu meningkatkan kesejahteraan warga sekitar, khususnya pelaku UMKM,” tambahnya.

Berkat SRC, kehidupan Nisa dan keluarganya banyak berubah. Toko kelontong sederhana miliknya, berubah jadi semakin modern dan terus berkembang. Bahkan, kini omsetnya bisa mencapai Rp20 juta per hari.

“Alhamdulillah, tidak berani ambil keuntungan banyak-banyak. Yang penting lancar. Itu prinsip saya,” ungkapnya. (mu/el/hn/*)

Editor : Jawanto Arifin
#Sampoerna Retail Community