MAYANGAN, Radar Bromo - Rencana perluasan Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL) Kota Probolinggo belum bisa terealisasi dalam waktu dekat. Perluasan yang direncanakan bergerak ke sisi utara TWSL ini, masih terkendala anggaran. Meski sudah ada tanah aset seluas sekitar 2,4 hektare yang akan digunakan.
Seperti disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Retno Wandasari melalui Kepala UPTD Informasi Pendidikan Lingkungan Hidup selaku Pengelola TWSL Kota Probolinggo Akbarul Huzaini. Ia mengaku telah menyediakan masterplan. Masterplan itu terdiri atas beberapa tahap. “Kalau dari kami, rencana mengusulkan wahana water boom. Tapi, semua ini kembali pada kebijakan wali kota, nantinya akan dibuat apa,” ujarnya.
Sebelum dibangun wahana baru, kata Akbar, sebaiknya tembok pagar harus dibangun lebih awal. Agar proses pembangunan lebih aman. “Pagar didirikan dulu, keliling sepanjang lahan yang akan dibangun,” ujarnya.
Meski rencananya sudah matang, kata Akbar, sementara kegiatan peluasan ini belum bisa digarap. Karena keterbatasan anggaran. “Jadi, sekarang masih fokus untuk perbaikan dan perawatan dulu,” tandasnya.
Bila TWSL jadi diperluas, kata Akbar, nantinya juga akan ditambah satwa. Berupa unta. “Tapi, kami masih memikirkan perihal kandangnya. Seperti kita tahu, unta itu kan tinggi besar, jadi pastinya kandangnya harus disesuaikan,” ujarnya. (mg/rud)
Editor : Ronald Fernando