PROBOLINGGO, Radar Bromo - Rencana Pemkab Probolinggo menjadikan Stasiun Bayeman sebagai stasiun transit terus dimatangkan. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo masih perlu melakukan kajian untuk melihat potensi wisatawan. Kajian ini diusulkan bisa dilakukan tahun depan.
Kepala Bidang Pengembangan dan Keselamatan Transportasi Dishub Kabupaten Probolinggo Erry Kurniawan mengatakan, rencana menjadikan Stasiun Bayeman sebagai stasiun transit masih berlanjut. Tapi, Dishub perlu melakukan kajian dulu.
Kajian dilakukan untuk mengetahui potensi masyarakat yang akan menggunakan jasa angkutan kereta api (KA). Acuannya, Stasiun Probolinggo. Potensinya, dalam satu bulan, ada 2.000 wisatawan asing yang turun di Stasiun Probolinggo.
Anggaran kajian ini akan diusulkan dalam APBD 2024. Sehingga, kajian bisa dilakukan tahun depan. Sebenarnya, rencana kajian sudah ada sejak lama, sebab stasiun transit ini sudah direncanakan sejak dua tahun lalu. Namun, Dishub terkendala anggaran. “Masih perlu kajian dulu. Kami usulkan dalam APBD mendatang. Semoga kajian bisa dilakukan tahun depan. Dua tahun ini kan ada pandemi," katanya.
Stasiun Bayeman perlu menjadi stasiun transit untuk memudahkan wisatawan yang hendak ke kawasan Gunung Bromo. Perjalanan mereka bisa lebih efisien, sehingga tidak perlu turun di Stasiun Probolinggo. Mereka bisa langsung melanjutkan perjalanan dengan naik bus dari Stasiun Bayeman.
Dishub akan bekerja sama dengan salah satu perusahaan otobus untuk membawa penumpang yang hendak ke Bromo dari Stasiun Bayeman. Sehingga, perjalanan wisata mereka lebih efisien dan lebih cepat.
Erry menampik jika rencana ini untuk mengambil wisatawan yang turun di Stasiun Probolinggo. Rencana stasiun transit ini hanya untuk memudahkan wisatawan yang memang ingin menuju Bromo dan tidak mampir ke Kota Probolinggo. “Kami hanya ingin memudahkan penumpang yang memang tujuan utamanya langsung ke Bromo. Biar perjalanan mereka lebih mudah,” ujarnya. (riz/rud)
Editor : Jawanto Arifin