KOTA Probolinggo, sebuah destinasi pariwisata yang berkontribusi signifikan pada ekonomi lokal, telah memperlihatkan pertumbuhan menjanjikan dalam sektor UMKM makanan dan minuman, khususnya dalam industri kopi. Melihat potensi ini, Universitas Panca Marga (UPM) Probolinggo sebagai perguruan tinggi dengan salah satu dari kewajiban Tridharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Masyarakat, hadir untuk memberi solusi dalam pengembangan UMKM.
Melalui program Hibah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Masyarakat (DRTPM) Kemendikbud Ristek Tahun 2023, Tim Pengabdian yang dipimpin oleh Alief Muhammad, S.T., M.T., bersama dengan mitra usaha Aldi Maulana Fahmi, bekerja keras untuk membawa perubahan positif dalam industri kopi ini.
Kolaborasi dengan Mitra Usaha
Kunci keberhasilan proyek ini adalah kolaborasi erat antara Tim Pengabdian dan mitra usaha, Aldi Maulana Fahmi, pemilik Makmur Jaya Coffee Eatery. Aldi Maulana Fahmi, seorang pengusaha kopi yang berpengalaman, telah lama berjuang dengan tantangan dalam industri ini, termasuk masalah stok biji kopi berkualitas dan biaya pengiriman yang tinggi.
Peningkatan Kualitas Kopi melalui Pelatihan dan Teknologi
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Tim Pengabdian menyelenggarakan pelatihan teknologi artisan coffee roasting. Pelatihan ini memberikan pemahaman mendalam tentang proses pemanggangan biji kopi, memungkinkan para pelaku usaha kopi untuk menghasilkan biji kopi berkualitas dengan karakter rasa yang unik. Para peserta pelatihan memperoleh pengetahuan tentang pemilihan biji kopi, pengaturan suhu, dan waktu pemanggangan yang tepat, yang memungkinkan mereka untuk mengoptimalkan produk kopi mereka.
Inovasi Mesin Artisan Nano Coffee Roaster
Tidak hanya menyelenggarakan pelatihan, Tim Pengabdian juga telah berhasil mengembangkan teknologi terbaru: Mesin Artisan Nano Coffee Roaster dengan sistem Spouted Bed. Tim ini dipimpin oleh Ketua Tim, Alief Muhammad, S.T., M.T., yang berperan sebagai perancang utama, dengan dukungan kuat dari dua anggotanya, yaitu Hartawan Abdillah, S.T., M.T., yang bertanggung jawab dalam perancangan aspek elektrikal dan pengendalian mesin, serta Dani Hari Tunggal Prasetyo, S.T., M.T., yang memainkan peran penting dalam perancangan aspek termodinamika dan mekanika fluida mesin terhadap biji kopi mentah, yang sering dikenal dengan sebutan "Green Bean."
Kolaborasi yang intens dengan mahasiswa melalui program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) diupayakan untuk memberikan inovasi dan pemahaman yang lebih mendalam tentang peralatan dan teknik pemanggangan yang efektif. Mesin inovatif ini diharapkan dapat memberikan solusi bagi para pelaku usaha kopi lokal dalam meningkatkan efisiensi produksi biji kopi berkualitas tinggi.
Teknologi Mesin Artisan Nano Coffee Roaster dengan sistem Spouted Bed yang dihasilkan oleh Tim Pengabdian ini menjadi pionir dalam industri kopi Kota Probolinggo. Dengan fitur-fitur terbaru yang diperkenalkan melalui mesin ini, para pelaku usaha kopi lokal akan memiliki alat yang sangat berguna untuk menghasilkan biji kopi berkualitas tinggi secara lebih efisien. Ini adalah langkah besar dalam mengangkat kualitas dan daya saing industri kopi di kota ini.
Mewujudkan Potensi Kota Probolinggo dalam Industri Kopi
Dengan menggabungkan pelatihan, pengembangan teknologi, dan kolaborasi antara pelaku usaha kopi, mahasiswa, dan pemerintah, Kota Probolinggo berpotensi menjadi pusat industri kopi yang berkualitas dan berdaya saing tinggi di Indonesia. Upaya Tim Pengabdian dan mitra usaha mereka adalah contoh nyata bagaimana inovasi dan kolaborasi dapat membawa perubahan positif dalam industri UMKM makanan dan minuman.
Adanya kolaborasi antara Tim Pengabdian dan mitra usaha mereka telah membantu untuk dapat meningkatkan kualitas kopi lokal, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi dalam industri kopi di Kota Probolinggo. Dengan semangat inovasi dan kerja sama yang kuat, masa depan industri kopi di kota ini terlihat sangat cerah. (*)
Editor : Fandi Armanto