KRAKSAAN, Radar Bromo - Ratusan sekolah mulai melaksanakan simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Hari pertama yakni Rabu (30/8), siswa mengerjakan materi literasi dan survei karakter dengan lancar tanpa ada hambatan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo memantau langsung untuk memastikan kelancaran pengerjaan dan jaringan pelaksanaan simulasi ANBK. Bahkan pemantauan dilakukan ke SDN Gili Ketapang III, Kecamatan Sumberasih yang menjadi wilayah terluar Kabupaten Probolinggo.
"Kami melakukan pemantauan langsung pada satuan pendidikan di Gili Ketapang. Semata-mata untuk memastikan apakah pelaksanaannya. Rupanya pelaksanaan cukup baik dan lancar," kata Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Sri Agus Indaryati.
Ia menjelaskan, di pulau Gili Ketapang terdapat 3 satuan pendidikan dengan total 15 siswa yang mengikuti simulasi ANBK. Sebelumnya persiapan telah dilakukan dengan matang. Mulai dari jaringan untuk mengakses materi. Hingga peranti chrome book yang digunakan. Hasilnya siswa dapat melaksanakan simulasi dengan lancar serta tidak kebingungan.
Sri Agus menjelaskan, simulasi ANBK ini memiliki manfaat penting bagi siswa. Dengan latihan yang sudah dilakukan, siswa akan lebih paham dan mengerti sebelum mengerjakan ANBK sesungguhnya. Dalam jangka panjang akan meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Probolinggo.
"Sebelumnya sudah ada persiapan. Saat hari pertama pelaksanaan tidak ada yang kebingungan," tandasnya.
Excecutive Partner Edubrand Jawa timur dan Bali Rofiq mengatakan jika materi yang diberikan pada simulasi hari pertama adalah literasi dan survei karakter. Dalam pelaksanaannya evaluasi masih terus dilakukan. Hal ini dilakukan untuk peningkatan kualitas. Baik materi, aplikasi, dan jaringan yang dibutuhkan. Sehingga dalam jangka panjang dapat merealisasikan peningkatan kualitas pendidikan siswa.
"Sejauh ini tidak ada kendala. Semuanya lancar. Namun jika ada sekolah yang masih mau melakukan susulan akan kami fasilitasi," tandasnya. (ar/fun)
Editor : Ronald Fernando