DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menggelar Lomba Balita Sehat. Selasa (29/8), lomba yang digelar di Pendapa Kabupaten Probolinggo ini diikuti 48 balita dari 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Mereka merupakan para juara dalam lomba serupa di tingkat kecamatan.
Ada dua kategori dalam lomba ini. Yakni, balita usia 12 bulan hingga 24 bulan dan kategori balita usia 25 bulan hingga 59 bulan. Kriteria penilaiannya, meliputi kelengkapan administrasi, kesehatan umum, pemeriksaan gigi, serta kemampuan ibu dan anak. Kemudian, penilaian status imunisasi, tumbuh kembang anak, dan penilaian status gizi.
Lomba ini melibatkan sejumlah juri dari Dinkes Kabupaten Probolinggo serta dokter spesialis anak dan gigi dari RSUD Tongas dan RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Hasilnya, kategori usia 12 bulan hingga 24 bulan juara I diraih oleh Kecamatan Gading; Juara II, Kecamatan Besuk; dan Juara III, Kecamatan Paiton. Sementara, juara harapan I dan II diraih kecamatan Pajarakan dan Kecamatan Pakuniran.
Kemudian, balita usia kategori 25 bulan hingga 59 bulan, juara I diraih Kecamatan Pajarakan; juara II, Kecamatan Sukapura; dan Juara III, Kecamatan Sumberasih. Juara harapan I dan II, masing-masing diraih oleh Kecamatan Pakuniran dan Kecamatan Maron. Sebagai bentuk apresia, selain trofi dan piagam, peraih juara I, II, dan III masing-masing memperoleh uang pembinaan Rp 5 juta, Rp 4 juta, dan Rp 3 juta.
Ketua TP-PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko mengatakan, Lomba Balita Sehat ini merupakan salah satu kegiatan dalam rangkaian peringatan Hari Pekan ASI Sedunia Tahun 2023 dengan tema “Orang tua cerdas wujudkan generasi yang sehat.”
“Tujuan lomba ini adalah menemukan bayi dan balita yang diasuh secara betul oleh orang tua atau keluarga, sehingga menjadi balita yang sehat, cerdas, dan kreatif yang merupakan bagian dari masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, sehat merupakan hak setiap orang. Namun, yang perlu terus diupayakan dan diperjuangkan adalah hak anak. Khususnya, hak tumbuh kembang anak. Ini harus dilakukan secara simultan agar lebih optimal. Termasuk pemenuhan kebutuhan asuh, asih, dan asah. “Ada tiga hal yang harus diketahui. Yakni, meningkatkan perlindungan pada anak, meningkatkan kualitas hidup, dan meningkatkan pelayanan pada anak,” katanya.
Sekretaris Dinkes Kabupaten Probolinggo Mujoko mengatakan, lomba ini digelar dalam rangka menunjang pelayanan kesehatan terhadap anak. Juga sebagai salah satu penghargaan kepada orang tua yang telah mengasuh anaknya secara benar. “Sesuai hak anak dari segi kesehatan,” katanya.
Melalui lomba diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan anak secara optimal. Serta, termotivasinya ibu dalam pemeliharaan kesehatan anaknya. “Kemudian, orang tua semakin terdorong untuk melakukan pemantauan dan perkembangan anaknya,” ujarnya. (uno/*) Editor : Jawanto Arifin