Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Mahasiswa UPM Ubah Limbah Kerang Jadi Pupuk Organik

Jawanto Arifin • Senin, 28 Agustus 2023 | 12:55 WIB
SUMBER RUPIAH: Sejumlah mahasiswa UPM saat kuliah kerja nyata di Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, mengumpulkan kulit kerang untuk dijadikan pupuk organik.
SUMBER RUPIAH: Sejumlah mahasiswa UPM saat kuliah kerja nyata di Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, mengumpulkan kulit kerang untuk dijadikan pupuk organik.

DESA Curahsawo, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, merupakan salah satu desa penghasil komoditas laut. Sebagian masyarakatnya menggantungkan mata pencahariannya terhadap kekayaan laut. Salah satunya kerang.

Kerang dapat meningkatkan nilai ekonomi ma­syarakat sekitar. Namun, juga menimbulkan ma­salah. Sebab, kerang menghasilkan limbah kulit ke­rang dari masyarakat sekitar yang bekerja seba­gai pengupas kulit kerang.

Sisa-sisa kulit kerang sering ditemukan menumpuk di sepanjang halaman rumah warga, sehingga merusak pemandangan. Meski kulit kerang telah dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan, tetapi jumlahnya masih sangat sedikit dikarenakan permintaan yang rendah.

Keberadaan limbah kulit kerang semakin banyak dan menganggu. Jika limbah kulit kerang dibuang terus-menerus tanpa dilakukan pengolahan yang tepat, maka dapat menyebabkan pencemaran lingkungan.

Demi mengatasi masalah ini, mahasiswa Universitas Panca Marga (UPM) Probolinggo berusaha mencari solusinya. Sejumlah mahasiswa yang Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Curahsawo, mencoba mengolah cangkang kerang agar dapat bermanfaat, sehingga tidak lagi menjadi limbah.

Mahasiswa UPM saat kuliah kerja nyata di Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, berfoto bersama.
Mahasiswa UPM saat kuliah kerja nyata di Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, berfoto bersama.

Sejauh ini limbah cangkang kerang untuk pemupukan masih sedikit digunakan. Umumnya hanya digunakan sebagai bahan kosmetik, hiasan, dan campuran pakan ternak. Cangkang kerang memiliki komposisi mineral terdiri atas gabungan kalsium karbonat dan lebih dari 98,7 persen dari total kandungan mineral Mg, N, P, K, Na sekitar 1,3 persen (Fe, Cu, Ni, B, Zn, dan Si) (Maslim, 2013).

Fungsi nitrogen untuk tanaman, sebagai penyusun protein, pertumbuhan pucuk tanaman, dan menyuburkan pertumbuhan vegetatif, sehingga sesuai untuk tanaman sayuran daun seperti sawi. Fungsi phospor sebagai salah satu unsur penyusun protein.

Dibutuhkan untuk pembentukan bunga, buah, dan biji, merangsang pertumbuhan akar menjadi memanjang dan tumbuh kuat, sehingga tanaman akan tahan kekeringan.

Kekurangan phospor akan menyebabkan tanaman kerdil, pembungaan dan pembentukan biji terhambat, serta tanaman menjadi lemah, sehingga mudah roboh. Unsur kalium berperan dalam proses metabolisme seperti fotosintesis dan respirasi (Sutejo dan Marsiah, 2007).

Salah satu solusi meningkatkan produktivitas tanaman dengan penggunaan pupuk yang tepat. Menggunakan pupuk dapat mempercepat pertumbuhan dan perkembangan, mempercepat hasil produksi tanaman, meningkatkan kesuburan tanah, sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanaman.

Penggunaan pupuk kimia di zaman modern ini sudah merupakan tren karena dianggap lebih praktis. Padahal, penggunaan pupuk kimia memiliki banyak dampak negatif, seperti mengganggu keseimbangan unsur hara tanah, maupun mengganggu kesehatan bagi orang yang mengonsumsi.

Karena itu, pemilihan pupuk yang tepat sangatlah penting untuk pertumbuhan tanaman. Pupuk yang digunakan dengan bijak dapat berdampak baik bagi tanaman. Salah satu pupuk yang ramah lingkungan adalah pupuk organik.

Pupuk organik padat maupun cair dapat memperbaiki sifat fisik kimia dan biologi tanah. Sumber bahan organik dapat berupa kompos, pupuk kandang, sisa panen seperti jerami, tongkol jagung, tebu, maupun sabut kelapa, limbah ternak, dan limbah industri.

Bahan organik memiliki peran penting sebagai sumber karbon, sebagai sumber pakan dan sumber energi untuk mendukung kehidupan dan perkembangbiakannya berbagai jenis mikroba tanah (Sisworo, 2006).

Dengan pemupukan organik, masyarakat dapat mengomsumsi tanaman dengan baik dan sehat dan tidak menyebabkan pencemaran bagi lingkungan.

Berdasarkan permasalahan tersebut, maka mahasiswa KKN UPM di Desa Curahsawo mengadakan Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Cangkang Kerang sebagai Pupuk Organik dengan mengundang narasumber dari Dosen Fakultas Pertanian UPM Sulis Dyah Candra Indayani, S.P., M.P. Sosialisasi dilaksanakan di Balai Desa Curahsawo, Minggu (13/8).

Sosialisasi digelar bertujuan untuk memberikan pemahan kepada warga Desa Curahsawo, bahwa limbah cangkang kerang darah (Anadara Granosa) dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Bukan lagi sebagai libah sampah, tapi bisa diubah sebagai rupiah. Pupuk organik limbah cangkang kerang darah juga sangat efektif untuk pertumbuhan tanaman. (*)

Editor : Jawanto Arifin
#Limbah Kulit Kerang #UPM probolinggo