PROBOLINGGO, Radar Bromo - Pedagang angkringan di Jalan Suroyo Kota Probolinggo makin ramai. Meski ada wacana akan direlokasi, hal itu tak menyurutkan aktivitas mereka.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUP) Kota Probolinggo Fitriawati saat dikonfirmasi tidak menampik hal itu.
Sejatinya, menurutnya, Jalan Suroyo merupakan kawasan tertib lalu lintas (KTL). Tidak boleh ada aktivitas berjualan, apalagi di trotoar.
“Karena itu, kami sediakan tempat relokasi di jalan depan Stadion Bayuangga. Selanjutnya, untuk penertiban kami akan bekerja sama dengan Satpol PP,” katanya.
Saat ini, menurut Fitri–panggilannya–bahkan sudah banyak pedagang angkringan di depan stadion. Namun, mereka adalah para pedagang baru. Bukan pindahan dari Jalan Suroyo.
Sementara itu, sejumlah pedagang angkringan di Jalan Suroyo mengaku belum siap direlokasi.
Contohnya, RDW, 17, warga Kelurahan/Kecamatan Kanigaran. Dia mengaku sudah mengetahui kebijakan tersebut. Namun, saat ini ia bertahan di Jalan Suroyo.
“Sebenarnya bimbang juga. Kalau tidak segera pindah ke stadion, khawatir keduluan angkringan lain. Tapi, inginnya tetap di sini. Sebab, langganan tahunya saya di sini. Lagi pula, di sini lebih ramai ketimbang di stadion. Lebih banyak orang lalu lalang di sini. Jadi sementara di sini dulu,” katanya.
Hal serupa disampaikan Yanuar Ahmad Rivani, 28. Dia pun mengaku ingin tetap di Jalan Suroyo. Meski demikian, dia siap pindah ke jalan depan stadion. Asal, pedagang yang lain juga pindah.
“Jangan sampai tebang pilih karena bisa bikin iri yang lain. Akhirnya yang awalnya sudah pindah, bisa balik lagi ke sini. Jadi kalau memang mau ditertibkan harus tegas,” tuturnya.
Terkait hal tersebut, Kasatpol PP Kota Probolinggo Pujo Agung Satrio menegaskan, pihaknya memerlukan waktu untuk menertibkan para PKL di Jalan Suroyo. “Sedang kami diskusikan dengan OPD terkait,” katanya singkat. (mg/hn)
Editor : Jawanto Arifin