Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Misteri Mayat di Hutan Jati Banyuanyar Terungkap berkat Pakaian, Keluarga Ungkap Keseharian Korban

Achmad Arianto • Selasa, 22 Agustus 2023 | 18:35 WIB
IDENTIFIKASI: Tim Inafis melakukan identifikasi terhadap jenazah yang ditemukan di Hutan Jati Dusun Alas, Desa Liprak Kidul, Banyuanyar. Inset foto Holima yang diduga mayat di hutan jati.
IDENTIFIKASI: Tim Inafis melakukan identifikasi terhadap jenazah yang ditemukan di Hutan Jati Dusun Alas, Desa Liprak Kidul, Banyuanyar. Inset foto Holima yang diduga mayat di hutan jati.

BANYUANYAR, Radar Bromo - Teka-teki mayat yang ditemukan di hutan jati Dusun Alas, Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar, mulai menemukan titik terang. Mayat tersebut diduga kuat Holima, 43, warga Dusun Ketapang, Desa Liprak Kulon, Banyuanyar.

Keluarga Holima sendiri mendapat informasi bahwa ada penemuan mayat di hutan jati. Keluarga didampingi perangkat Desa Liprak Kulon lantas datang ke kamar mayat RSUD Waluyo Jati, Kraksaan, untuk mengecek.

Setelah dicek, pihak keluarga meyakini bahwa mayat tersebut memang Holima yang sebelumnya tak pulang. Keyakinan tersebut muncul setelah keluarga melihat pakaian pada tubuh mayat.

Keluarga menyebut, pakaian pada mayat merupakan pakaian yang digunakan Holima saat terakhir keluar dan tidak pulang.

"Dari pakaian yang digunakan, keluarga yakin betul bahwa itu jenazah Holima. Makanya kami meminta agar segera dibawa pulang untuk dimakamkan," kata Kepala Desa Liprak Kulon Lukman Hakim, Senin (21/8).

 

 

Menurutnya, Holima telah hilang delapan hari. Dia tidak pulang dan keluarga tidak mengetahui keberadaannya. Keluarga lantas menyebarkan ke media sosial tentang hilangnya Holima. Sayangnya, upaya yang dilakukan tidak membuahkan hasil.

Korban sendiri tinggal bersama seorang anak kandungnya yang saat ini sudah berumah tangga. Korban diketahui memiliki masalah keluarga. Sehingga, sering melamun dan linglung.

Saat tidak ada kegiatan, korban sering mencari kayu bakar di hutan jati. Kemudian dibawanya pulang untuk memasak.

"Korban memang punya kebiasaan mencari kayu bakar di hutan. Dari informasi keluarga, korban memiliki penyakit asma yang bisa kambuh saat kecapekan," terangnya.

Kanit Reskrim Polsek Banyuanyar Aipda Andri Okta menegaskan, penyelidikan terhadap temuan mayat membusuk tersebut masih terus dilakukan.

Pemeriksaan pada tulang juga sudah dilakukan. Hasilnya, tidak ditemukan luka benturan atau pukulan benda tumpul. Baik pada tengkorak ataupun tulang lainnya.

Perihal dugaan kuat bahwa mayat itu Holima, menurutnya, pihaknya masih harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Namun, berdasarkan keterangan keluarga memang diduga kuat korban adalah Holima.

"Masih ada beberapa prosedur yang harus dijalani. Jadi tidak serta merta bisa langsung diserahkan. Bila dalam jangka waktu paling lama satu minggu tidak ada orang yang datang mencari, maka akan kami serahkan kepada keluarga yang meyakini bahwa itu Holima. Sehingga, bisa segera dimakamkan," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, sesosok mayat ditemukan di hutan jati KPH Klenang petak 24a, Minggu (20/8) pagi. Korban diduga berjenis kelamin perempuan.

Mayat itu pertama kali ditemukan warga Dusun Alas yang sedang ke hutan. Warga itu mencium bau busuk menyengat dari kawasan hutan jati. Mulanya warga mengira bau tersebut dari bangkai hewan yang mati.

Khawatir ada hal-hal yang tidak diinginkan, warga menghubungi perangkat desa untuk melakukan pengecekan bersama-sama. Sekitar 10 orang warga dan perangkat desa setempat mencari sumber bau.

Saat itulah ditemukan mayat, nyaris tinggal kerangka dalam posisi tengkurap. Korban menggunakan kerudung hijau muda, pakaian hitam, dan rok berwarna biru dongker bertuliskan fila. (ar/hn)

Editor : Jawanto Arifin
#penemuan mayat