TAHUN ini, 78 tahun sudah Indonesia merdeka. Beragam kegiatan dilakukan warga untuk memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan RI. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo.
Senin (7/8), beragam kegiatan digelar Pemerintah Kecamatan Kedopok dengan tema “Terus Melaju untuk Indonesia Maju.” Ada Festival UMKM, Lomba Kesenian Hadrah Al Banjari, dan Lomba Mewarnai PAUD (KB dan TK) Tingkat Kecamatan Kedopok. Sekaligus penyerahan hadiah Lomba Kampung Tematik Tahun 2023.
Kegiatan ini sukses digelar di halaman Kantor Kecamatan Kedopok di Jalan Mastrip Nomor 20 Kota Probolinggo. Dalam Festival UMKM, ada tiga jenis lomba yang digelar. Di antaranya, Lomba Kudapan Berbahan Lokal Non Beras dan Non Terigu; Lomba Memasak Nasi Goreng; dan Lomba Menghias Tumpeng. Pesertanya, perwakilan dari seluruh kelurahan di Kecamatan Kedopok.
Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin hadir langsung dalam kegiatan ini. Ia didampingi istrinya, Ketua TP PKK Kota Probolinggo Hj. Aminah Hadi Zainal Abidin. Seremonial pembukaan kegiatan diawali dengan panampilan kolaborasi anak-anak hebat dan andal.
Yakni, Denok Anggraeni (keyboard) bersama Nadira Artika Fahira (menyanyi tunggal) dengan membawakan lagu “Probolinggo Bayuangga.” Kemudian, ada penampilan fashion show baju daur ulang hasil kreasi Bank Sampah Kenari Indah, juga fashion show dari Kampung Batik Prasaja. Disusul penyerahan santunan kepada anak yatim.
Dalam sambutannya, Wali Kota mengatakan, kemerdekaan sejatinya merupakan kekompakan tanpa ada perbedaan satu sama lainnya dan menjaga kerukunan bersama. Filosofis inilah yang ditangkap Wali Kota dalam penyelenggaraan kegiatan pagi itu.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kekompakan, keguyuban, dan kolaborasi. Sebab, tanpa membangun keterlibatan bersama, mustahil kegiatan yang begitu meriah ini bisa dilakukan. Potensi di Kota Probolinggo banyak sekali yang belum digali. Adanya Lomba Kampung Tematik, ide potensi lokal yang membawa nilai ekonomi bagi masyarakat, inilah yang harus kita kembangkan,” ujarnya.
Bila ada terobosan bagus, kata Wali Kota, hendaknya dikembangan. Jangan melihat secara personal berdasarkan kepentingan tertentu. Sepanjang untuk kemajuan Kota Probolinggo, ia meminta harus dilakukan bersama.
“Itulah mengapa, teruslah berinovasi Kecamatan Kedopok. Keberhasilan Pemkot, bukan karena saya, tapi karena ada perangkat daerah yang sudah membantu. Beri masukan ide positif. Mmanusia tidak ada yang sempurna. Mari bergandengan tangan, meski sekecil apapun kegiatan di tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kota,” ujar Wali Kota.
Ada hal menarik dalam Festival UMKM. Wali Kota didampingi sang istri seolah tidak mau kalah dengan pasangan Pak Lurah dan Bu Lurah yang menjadi peserta memasak nasi goreng. Hasilnya, nasi goreng istimewa buatan orang nomor satu di Kota Probolinggo dibagi-bagikan kepada warga yang beruntung.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan keberadaan UMKM di Kecamatan Kedopok. Agar bisa diketahui masyarakat luar terkait produknya. Selain itu, kami ingin menumbuhkembangkan budaya Kota Probolinggo. Khususnya dari Kecamatan Kedopok. Sekaligus menjadi ajang kreativitas yang baik. Khususnya bagi forum anak di Kelurahan Jrebeng Wetan, sehingga tumbuh kembang anak lebih baik lagi. Serta, memupuk rasa cinta tanah air dan bangsa,” ujar Camat Kedopok Imam Cahyadi. (el/*)
Editor : Jawanto Arifin