Lapangan RW 02 Jalan Hayam Wuruk yang menjadi venue panggung “Pesse Jati” pun langsung tumplek bleg, dibanjiri antusias warga. Pemandangan ini seolah mengisyaratkan bahwa inilah hiburan yang selama ini ditunggu-tunggu warga.
Tepat pukul 16.00, kesenian asli Kelurahan Jati, Cokro Budoyo menjadi suguhan perdana pada pagelaran seni sore itu. Disambung dengan beragam penampilan musik hadrah dari 5 RW Kelurahan Jati. Lantunan salawat dan syair-syair Islami yang dibalut tabuhan rebana semakin mengundang warga untuk datang dan nambah kemeriahan “Pesse Jati.”
Ada juga tenda stan UMKM yang berada di samping kanan-kiri panggung menjadi daya tarik tersendiri pagi warga yang datang. Sedikitnya ada 54 UMKM warga Kelurahan Jati yang terlibat memanfaatkan momen tersebut untuk menjajakan produknya. Jumlah itu belum termasuk pedagang kaki lima yang tiba-tiba ikut bergabung di lokasi ikut mengais rezeki. Benar-benar luar biasa.
Penampilan di panggung, istirahat hanya jeda waktu saat adzan magrib berkumandang. Setelah itu, rangkaian acara pun kembali dilanjutkan dengan beragam penampilan seni milik kelurahan Jati. Di antaranya performance Posyandu Remaja meliputi Tari Saman, Dance Aiya Susanti, Tari Sekar Arum, Pencak Silat Pagar Nusa, Tari Glipang, Tari Sanggar Rahayu hingga Ludruk Panji Laras.
Semakin malam, antusias warga semakin menjadi membeludak. Tua-muda, hingga anak-anakpun tak mau kalah. Semua warga keluar memenuhi lapangan menyaksikan “Pesse Jati” sampai akhir.
Adapula penampilan istimewa dalam “Pesse Jati” yang membuat Wali Kota Probolinggo Dr. Habib Hadi Zainal Abidin S.Pd M. M.HP dan seluruh warga semua terhibur malam itu. Apalagi kalau bukan gaya lenggak-lenggok seluruh ketua RW dan ketua RT di Kelurahan Jati, Kota Probolinggo dalam fashion show busana muslim-muslimah.
“Pesta seni Kelurahan Jati yang luar biasa. Ada kekompakan potensi budaya yang masih bisa dilestarikan. Kalau saya lihat. Warganya kompak, guyub dan rukun. Melihat antusiasnya warga ini, saya melihat kalau warga Jati tidak bisa dibandingkan dengan warga yang lainnya,” ungkap Wali Kota Probolinggo Habib Zainal Abidin disambut applaus semua warga.
Sementara itu, Lurah Jati Dedy Ristantama saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo menyebut,”Pesse Jati” memang pesta seninya kelurahan Jati. Semua kesenian yang tampil, dari kelurahan Jati. Begitupun dengan UMKM yang berjualan.
“Ada 1.000 kupon dengan beragam makanan dan minuman habis terjual. Selain dengan kupon, pembelian tanpa kupon pun bisa dilayani. Kelurahan Jati ini punya segudang potensi. Salah satu produk unggulan yang dimiliki salah satunya kerajinan Batik di RW 7. Ada pula kampung kesenian Cokro Budoyo, ada kampung daur ulang hingga kampung sayur pun ada,” ungkap Lurah Dedy.
“Kami berharap, selain menghibur masyarakat melalui beragam kesenian yang kami miliki, kegiatan ini juga untuk mengenalkan, mempromosikan, memasarkan hasil produk UMKM di kelurahan Jati. Sehingga UMKM dan perekonomian masyarakat bisa terus berkelanjutan,” ungkap Lurah Dedy didampingi ketua Pokmas Mudamudi Sejati Dion Adi Himawan.
Selain dihadiri Wali Kota Habib Hadi, tampak pula Camat Mayangan, Kapolsek Mayangan, Komandan Pos Mayangan, mantan Camat Mayangan Muhammad Abas beserta istri hingga seluruh lurah kecamatan Mayangan juga hadir.
“Pesse Jati” malam itu diwarnai penyerahan hadiah fashion show kepada Juara 1 RW.07, Juara II RW.01 dan Juara III RW.05. Seluruh anak-anak yang menonton “Pesse Jati” malam itupun kebagian rezeki istimewa dari Wali Kota Dr. Habib Hadi. (el/adv) Editor : Jawanto Arifin