Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Warga Tamansari Tolak Tambang Gunung Pandek, Keberatan karena Area Keramat

Ronald Fernando • Senin, 26 Juni 2023 | 12:42 WIB
Rekaman video saat Kades Tamansari Sutadji menolak tambang di Gunung Pandek. (Foto: Screenshot)
Rekaman video saat Kades Tamansari Sutadji menolak tambang di Gunung Pandek. (Foto: Screenshot)
DRINGU, Radar Bromo- Sejumlah warga rupanya tetap kukuh menolak adanya aktivitas tambang galian C di Gunung Pandek, Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Alasannya, tambang ini berada di areal makam keramat, Mbah Agung Wali Raden Joyo Laksono Mataram.

Sejumlah warga bersama Kepala Desa Tamansasi Sutadji menghentikan aktivitas tambang Sabtu (24/6). Ia mengaku tidak melarang adanya aktivitas tambang. Namun, jangan di Gunung Pandek. Karena akan merusak area wisata religi makam yang dikeramatkan warga sekitar.

Menurutnya, di makam itu juga sudah dibangun pendapa dan musala bagi warga yang ingin berziarah. “Silakan jika ingin melakukan aktivitas tambang galian. Karena memang ada izin. Kebetulan sebagian besar wilayah Desa Tamansari berada di teritorial milik TNI AL. Tapi, jangan di Gunung Pandek. Kan bisa di lokasi lain,” ujarnya.

Pihaknya mengaku areal makam rusak. Sebab, areal yang digali di bawah kaki Gunung Pandek, sudah cukup luas. Padahal, areal ini selalu ramai didatangi warga. Terutama ketika malam Jumat.

“Pada zaman Bupati Hasan Aminuddin, areal ini dipugar untuk jadi lokasi wisata religi. Kalau dibiarkan digali, bisa rusak dan longsor. Ini dikeramatkan oleh warga. Makanya kami sangat keberatan jika tambang dilakukan di sana,” katanya.

Menurutnya, penanggung jawab tambang sempat mengungkapkan jika izinnya sudah lengkap. Sutadji mengaku, sejak aktivitas tambang distop, sering ditemui pelaksana tambang. Agar aktivitasnya bisa berlanjut. Namun, pihaknya tetap meminta agar tambang dihentikan.

“Rencananya Selasa pekan ini, kami dan pihak pelaksana tambang akan dipertemukan di kantor Kecamatan Dringu untuk mediasi. Tapi, kami tetap menolak kalau di Gunung Pandek. Silakan di lokasi lainnya. Jangan di situ,” katanya.

Penanggung Jawab Pelaksana dari PT Wira Bangun Arta Persada Bambang meminta kepala desa dan warga Desa Tamansari yang tidak setuju menyampaikan keberatannya kepada Induk Koperasi Angkatan Laut (Inkopal). Pihaknya hanya pelaksana yang diminta Inkopal.

Menurutnya, yang berhak menentukan berlanjut tidaknya aktivitas tambang ini Inkopal. Jika Inkopal meminta pelaksana berhenti, pihaknya akan patuh. Ia memastikan sudah memiliki izin melakukan tambang dari Inkopal.

Monggo jika Pak Inggi (kepala desa) keberatan, sampaikan langsung ke Inkopal. Kami tidak punya hak. Kalau Inkopal meminta kami berhenti, ya kami akan berhenti. Izin resmi sudah ada,” ujar Bambang. (riz/rud) Editor : Ronald Fernando
#tolak tambang gunung pandek