Beragam permainan bisa ditemui di sejumlah Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota-Kabupaten Probolinggo. baik yang disediakan secara gratis oleh pemerintah, maupun warga yang sengaja untuk mengais rezeki. Salah satunya melukis atau mewarnai dengan media styrofoam.
Anak-anak juga dapat memilih gambar yang disukai untuk diwarnai. Model gambar yang tersedia juga bervariasi. Mulai jenis bunga, kartun, robot, ataupun buah-buahan. Hasil anak mewarnai juga bisa dibawa pulang.
Salah seorang warga Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Linda Pratiwi, 27, mengaku berupaya agar anaknya tidak biasa bermainan gadget atau handphone. Karena itu, pada waktu luang, ketika tidak bersekolah, memilih mengajak anak bermain di taman kota. Biasanya, anaknya yang berusia 5 tahun itu meminta bermain mewarnai.
“Setiap pagi, sore, atau malam ada jasa bermain melukis itu. Biasanya di Alun-alun Kota Probolinggo dan Taman Maramis, yang biasa kami datangi,” katanya, beberapa waktu lalu.
Linda mengaku, media mewarnai ini tidak hanya menjauhkan anak dari gadget. Tetapi, juga bisa membuat anak belajar seni, sabar, dan mengasah kreativitas anak. Dengan mewarna di ruang terbuka, membuat daya pikir dan kreativitas anak juga bagus.
“Setelah anak fokus belajar di sekolah dan mengaji, sangat tepat mengajak anak bermain di ruang terbuka. Apalagi bermain melukis yang melatih kreativitas anak dalam menentukan warna yang pas untuk lukisannya. Belum lagi anak melukis sesuai gambar, butuh kesabaran,” katanya.
Hal serupa diungkapkan Early, 29, warga Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Menurutnya, melukis termasuk sarana bermain sekaligus edukasi untuk anak. Karena dapat merilekskan pikiran anak yang sudah fokus belajar di bangku sekolah.
Karena itu pula, dirinya hampir tidak pernah menolak saat anaknya meminta mewarnai di taman terbuka, seperti alun-alun. “Saya dan suami menyempatkan waktu mengajak anak bermain di taman. Biasanya yang dituju pertama anak saya adalah melukis ini,” katanya. (mas/rud) Editor : Ronald Fernando