Dimas Ardiyanto, selaku Pegiat Lingkungan Probolinggo dari Gusdurian Peduli mengaku, sering mengadakan kegiatan di Pantai Permata Pilang. Ketika ada informasi rencana kegiatan di sana, pihaknya berupaya mencari tahu. Hasilnya, didapatkan informasi dari anggota Pokdarwis Pantai Permata, ada empat orang naik motor trail mengajak bersih-bersih untuk buka jalur ke pantai.
“Saya tinjau langsung ke lokasinya. Ternyata memang benar ada mangrove yang dipotong. Tanggal 20 Juni, saya turun dan kroscek. Ternyata ada pemotongan mangrove menggunakan mesin gergaji,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo, Rabu (21/6).
Atas kejadian ini, Dimas mengaku sudah melapor ke Dinas Kelautan Provinsi Jawa Timur, Polairud, dan ke Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur. “Informasi terbaru, pohon mangrove yang ditebang itu program dari Dinas Kehutanan Provinsi tahun 2012. Penanaman di lokasi yang ditebang itu,” jelasnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo Rachmadeta Antariksa mengaku baru mendapatkan informasi terkait dugaan penebangan pohon mangrove di Pantai Permata Pilang. Karena itu, belum bisa memastikan kebenarannya. Namun, ia memastikan tidak pernah mengeluarkan izin penebangan.
“Yang pasti kami tidak akan izinkan dilakukan penebangan pohon mangrove. Kalau pemangkasan untuk perapian, masih (bisa) ditoleransi,” katanya.
Terpisah, Ketua Pokdarwis Pantai Permata Mahmud Zain mengaku tidak tahu soal adanya penebangan pohon mangrove menuju bibir Pantai Permata. Kemungkinan, pohon mangrove dikeprasi rantingnya untuk membuat akses jalur.
“Kalau yang saya tahu, bersih-bersih pohon mangrove yang sudah kering. Itu pun sudah sebelum bulan puasa (Ramadan). Kalau soal penebangan di jalur utara, saya tidak tahu,” ujarnya. (mas/rud) Editor : Ronald Fernando