Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Usai Pesta Rujak, Mahasiswa Tewas di Dam Tongas

Muhammad Fahmi • Minggu, 18 Juni 2023 | 04:06 WIB
PANTAU TKP: Anggota Polsek Tongas mendatangi TKP tenggelamnya Syahroni, di Dam Sungai Tongas Wetan, Jumat (16/6).
PANTAU TKP: Anggota Polsek Tongas mendatangi TKP tenggelamnya Syahroni, di Dam Sungai Tongas Wetan, Jumat (16/6).
TONGAS, Radar Bromo- Pesta rujak yang dilakukan tiga pemuda Desa Tanjungrejo, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, berujung duka. Salah seorang di antaranya meninggal dunia. Tenggelam di Dam Sungai Tongas Wetan.

Korban adalah Syahroni, 23, warga Dusun Krajan, Desa Tanjungrejo. Jumat (16/6), sekitar pukul 14.30, Syahroni mengajak dua temannya, Bayu Wardan, 23, dan Najib Hadi, 23. Mereka rujakan di dekat Dam Sungai Tongas Wetan.

Usai memakan rujak, Syahroni merasa tubuhnya kepanasan. Ia pun mengajak dua temannya mandi di dam. Syahroni mendahului dengan membuka baju dan menceburkan diri ke dam. Sementara, Bayu dan Najib masih hendak mencopot pakaian yang dikenakan.

Namun, keduanya menyadari Syahroni tidak juga muncul dari dalam air. Ditunggu beberapa menit, korban tak juga kelihatan. “Karena panik, Bayu dan Najib masuk ke dalam dam mencari keberadaan korban. Dan, ditemukan di pintu air dalam kondisi sudah meninggal dunia,” ujar Kapolsek Tongas, AKP Mugi.

Kedua saksi ini lantas menghubungi Polsek Tongas. Saat itu juga anggota piket Polsek Tongas, langsung menuju lokasi kejadian dan membawa korban ke Puskesmas Sumberasih, untuk dilakukan pemeriksaan. Di sana, korban sudah dipastikan meninggal dunia.

Mendapati itu, keluarga korban meminta jenazah korban yang masih berstatus sebagai mahasiswa itu langsung dibawa pulang. Kemudian, di makamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Tanjungrejo.

“Pengakuan pihak keluarga, korban ini bisa berenang. Tapi, mereka menolak (jenazah korban) divisum dan diotopsi. Mereka membuat surat pernyataan yang menyebutkan jika ini murni musibah,” jelas Mugi. (riz/rud) Editor : Muhammad Fahmi
#tewas tenggelam #bocah tewas tenggelam