Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Jamal mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab mercon meledak. Meski kejadian ini sudah berlalu dua bulan, saksi kunci belum bisa dimintai keterangan.
Menurutnya, Saifur Rizal masih memulihkan kondisi fisik dan psikisnya pascaledakan. Ia masih trauma, sehingga tidak memungkinkan bagi penyidik untuk memintainya keterangan. “Kami masih menunggu kondisi saksi membaik. Kalau sekarang belum bisa dimintai keterangan,” ujarnya, Minggu (11/6).
Jamal menjelaskan, sejauh ini pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab mercon meledak di rumah Saifur Rizal. Karena meledak dari kamar yang dihuni Saifur Rizal, kata Jamal, penyebabnya baru akan diketahui setelah mendapatkan keterangan darinya.
“Sementara, tidak ada pilihan dari kami kecuali menunggu saksi kunci ini pulih. Baik secara psikis maupun fisik,” ujar polisi dengan tiga strip di pundaknya ini.
Diketahui, ledakan mercon terjadi di rumah Sholihin, 50, warga Jalan Sunan Bonang, Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Sabtu (15/4). Anak Sholihin, Saifur Rizal terluka di wajah dan tangan. Bahkan, tangan kanannya patah. Kaki kirinya retak akibat tertimpa reruntuhan tembok rumahnya.
Ia harus menjalani perawatan di rumah sakit. Tercatat, Saifur Rizal dirawat di RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo selama sembilan hari. Sejak Minggu-Selasa (16-25/5). Sejauh ini, kepolisian masih menunggu korban benar-benar sembuh untuk meminta keterangan. (riz/rud) Editor : Ronald Fernando