Sidik tersambar Kereta Api (KA) Logawa Jember-Purwokerto, ketika menyeberang di perlintasan KA di Petak Jalan Desa Bayeman, sekitar pukul 08.15. Korban pun meninggal dunia di lokasi kejadian.
Korban diduga kurang waspada ketika hendak menyerangi rel KA. Meski sudah tahu ada KA hendak melintas, korban diduga tetap memaksa menyeberang ke selatan. Karena itu, kaki kanannya terserempet KA. Karena benturan yang cukup keras, korban terlempar sejauh sekitar 5 meter.
“Korban sudah diteriaki, diingatkan oleh warga yang melihat akan ada kereta api. Tapi, korban tidak menghiraukan. Tetap berusaha menyeberangi perlintasan KA. Akhirnya korban kena tabrak kereta,” ujar warga Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Saiful, 39.
Dari lokasi kejadian, jenazah korban dilarikan ke RSUD Tongas. Kapolsek Tongas Iptu Mugi mengatakan, kecelakaan terjadi di Kilometer 90+900 Petak Jalan Probolinggo-Bayeman.
“Bukan di jalan perlintasan kereta tanpa palang pintu. Tetapi, jalan petak. Korban jalan kaki hendak menyeberangi rel kereta,” katanya.
Saat itu, kata Mug, korban mencari rumput di area pesawahan di sebelah utara rel KA Desa Bayeman. Di depan Hotel Bromo Indah, Kecamatan Tongas. Selesai mencari rumput, korban hendak pulang dan menyeberang rel KA.
Diduga, korban sudah mengetahui ada KA yang jaraknya sudah dekat, sekitar 100 meter. Namun, korban masih berusaha menyeberang, sehingga kaki kanannya terserempet KA.
“Akibat kejadian itu, korban mengalami luka berat. Patah kaki kanan, kepalanya terbentur batu dan meninggal di TKP (tempat kejadian perkara). Korban dibawa oleh petugas ke ruang jenazah RSUD Tongas untuk dilakukan visum,” jelasnya. (mas/rud) Editor : Ronald Fernando