Kades Jetak Ngantoro mengatakan, longsor yang terjadi Senin (1/5) lalu memang berimbas banyak. Hampir 30 lahan pertanian warga dengan luasan total capai 7 hektare kena, dan saat ini masih proses pembersihan. Pembersihan makan waktu lama lantaran material longsor cukup banyak dan menyulitkan.
Pembersihan sebenarnya sudah dibantu dengan alat berat milik Dinas PUPR yang telah melakukan pembersihan bertahap. Kendati demikian, hingga Minggu (28/5) pembersihan masih belum rampung. Alhasil jalur pertanian warga masih belum bisa dilewati.
“Jalur pertanian masih belum bisa dilewati karena masih proses pembersihan. Proses pembersihan dibantu dengan menggunakan alat berat dari PUPR (Kabupaten Probolinggo),” katanya Ngantoro.
Lantaran mendekati kasada, maka warga sekitar untuk sementara waktu menghentikan pekerjaan pembersihan. Nantinya akan dilanjutkan kembali usai kasada.
Camat Sukapura Bambang Julius, menambahkan, untuk proses pembersihan lahan dilakukan secara mandiri oleh warga sekitar. “Longsor yang terjadi sekitar sebulan lalu itu dilakukan pembersihan secara mandiri oleh warga sekitar. Sudah tinggal sedikit,” Kata Bambang.
Diberitakan sebelumnya, intensitas hujan yang tinggi membuat sejumlah daerah di Sukapura longsor. Salah satunya yakni di Gunung Tenggek masuk Desa Jetak. Longsor tidak hanya mengakibatkan lahan pertanian rusak. Namun saluran sumber mata air air kerekan, yang mana Sumbernya berada di Gunung Watangan ini tertutup akibat material longsor saat itu. (rpd/fun) Editor : Ronald Fernando