Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Patung Ganesha di Bibir Kawah Bromo Hilang, Ini Kata Dukun Tengger

Jawanto Arifin • Minggu, 21 Mei 2023 | 19:12 WIB
Ketua Paruman Dukun Tengger Kabupaten Probolinggo Sutomo saat memberikan keterangan pada awak media. (Rizky Putra Dinasti/Radar Bromo)
Ketua Paruman Dukun Tengger Kabupaten Probolinggo Sutomo saat memberikan keterangan pada awak media. (Rizky Putra Dinasti/Radar Bromo)
SUKAPURA, Radar Bromo - Hilangnya patung Ganesha di bibir kawah Gunung Bromo, menjadi perhatian banyak pihak. Semua pihak turun tangan. Termasuk mulai TNBTS, tokoh adat, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), TNI-Polri, Forkopimca, sampai pemerintah desa.

Ketua Paruman Dukun Tengger Kabupaten Probolinggo Sutomo mengatakan, terkait hilangnya patung Ganesha, tidak masalah. Bahkan tidak menjadi pikiran. Menurutnya, umat Hindu sudah memasrahkannya kepada sang pemilik istana. Yakni, leluhur di kawah Gunung Bromo.

“Yang saya bahas adalah masalah spiritualnya. Bagi kami umat Hindu, hilangnya patung itu tidak masalah. Kami sudah pasrahkan. Lokasi itu merupakan lokasi para leluhur. Atau ibarat istana bagi para leluhur, sehingga jika ada barang yang hilang atau dirusak, pasti juga akan diketahui leluhur. Dan pasti ada dampaknya kepada yang melakukannya. Kami pasrahkan kepada sang pemilik istana,” jelasnya.

Ia mengaku juga sempat melihat video di media sosial. Di dalamnya disebutkan patung Ganesha, di bibir kawah Bromo, itu berusia sampai 700 tahun. Sutomo menegaskan, itu tidak benar.

“Itu, kami yang memasang pada 2012. Warga gotong royong. Dulu saat erupsi tahun 2010, kami mendapatkan dawuh dari leluhur untuk dibuatkan tempat sesaji dan dilengkapi dengan patung Ganesha. Patung itu terbuat dari semen, pasir, dan air. Jadi bukan arca, namun patung biasa. Yang terpenting bagi kami energinya, bukan terdapat pada masalah patungnya,” lanjutnya.

Setelah berkoordinasi dengan para Paruman di empat wilayah, Sutomo mengatakan, sudah ada patung penggantinya dari Pasuruan. Kini, tinggal mencari hari baik untuk meletakkannya. Itu akan dilakukan sebelum Kasada.

“Untuk fisiknya sudah ada patung penggantinya. Nanti sesuai arahan kapolres jika nantinya akan kami pasang dengan konstruksi yang lebih kuat, sehingga tidak mudah rusak akibat tersenggol ataupun terkena benturan lainnya,” katanya.



Hal senada diungkapkan Kepala Desa Ngadisari, Sunaryono. Ia menjadi saksi saat pemasangan patung Ganesha pada 2012. Karena itu, tidak benar jika sudah berusia 700 tahun.

“Memang bisa jadi ketika hal itu didengar dan dipercaya penggemar barang antik, bisa jadi buruan. Namun, itu tidak benar. Patung itu dibuat dan diletakkan pada 2012. Waktu itu saya juga ikut saat menjadi perangkat desa,” katanya. (rpd/rud) Editor : Jawanto Arifin
#tengger #arca ganesha hilang #gunung bromo