Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ini Sejarah Arca Ganesha yang Hilang di Kawah Bromo

Ronald Fernando • Jumat, 19 Mei 2023 | 16:09 WIB
SAKRAL: Warga Tengger melakukan ritual di depan arca Ganesha saat perayaan Kasada, tahun lalu di bibir kawah Gunung Bromo. (Foto: Mukhamad Zubaidilah/jawa pos radar bromo)
SAKRAL: Warga Tengger melakukan ritual di depan arca Ganesha saat perayaan Kasada, tahun lalu di bibir kawah Gunung Bromo. (Foto: Mukhamad Zubaidilah/jawa pos radar bromo)
PROBOLINGGO, Radar Bromo- Parasida Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo berupaya secepat mungkin mengganti arca Ganesha yang hilang di bibir kawah Bromo. PHDI juga minta warga tidak terprovokasi akan peristiwa itu.

Ketua PHDI Kabupaten Probolinggo Bambang Suprapto menerangkan, sejauh ini arca tersebut belum ditemukan. Karena itu, pihaknya tengah berkoordinasi dengan lembaga lain untuk segera mengganti arca tersebut. Namun, tidak dalam waktu dekat ini.

“Rencananya arca itu akan kami ganti dengan yang baru. Namun, tidak dalam waktu dekat ini,” katanya, Kamis (18/5) siang.

Yang jelas, arca itu harus sudah diganti sebelum pelaksanaan Kasada berlangsung pada 3-5 Juni mendatang. “Paling tidak sebelum Kasada sudah ada arcanya,” imbuhnya.

Bambang menyebut, arca itu tidak bisa langsung diganti. Sebab, pihaknya harus memesan di Bali. Andai di tempat pemesanan ada, arca pun tidak bisa langsung dibawa. Lebih dulu harus dilakukan ritual sebelum arca tersebut diletakkan di bibir kawah.

“Jadi tidak mesti memahat dari awal. Misalnya di Bali sudah ada yang jual dengan ukuran dan bentuk yang sama, maka kami tinggal memesannya. Namun, untuk meletakkan di lokasi yang hilang, harus ada ritual adat. Termasuk mencari hari yang baik,” tuturnya.

Kepala Desa Ngadisari Sunaryono menambahkan, arca Ganesha yang hilang itu diletakkan pada 2012 setelah erupsi Gunung Bromo pada tahun 2010. Menurutnya, arca tersebut sebagai simbol atau perantara untuk sembahyang dan berdoa kepada Sang Pencipta.

Juga untuk menghaturkan sesaji kepada leluhur di Gunung Bromo. Dan yang paling utama yakni pada Sang Mahakuasa.

“Saya tidak tahu apakah ada yang sengaja atau tidak, misalnya ketika selfie menyenggol arca hingga jatuh. Kami positif thinking saja,” lanjutnya.

Dengan kejadian itu, dia berharap masyarakat Suku Tengger Bromo tidak terprovokasi. Lebih lagi tahun ini sudah masuk tahun politik.

“Dengan kejadian seperti ini, mari kita tetap tenang dan jangan terprovokasi. Lebih lagi jelang pileg dan pilkada atau masuk tahun politik,” tandasnya. (rpd/hn) Editor : Ronald Fernando
#tengger #arca ganesha hilang #gunung bromo