Madakaripura Forest Park menawarkan pemandangan alam. Dari puncak bukit, pengunjung bisa melihat keindahan bukit di Pasuruan sekaligus bisa berswafoto.
Kades Negororejo, Ngasto mengungkapkan, Madakaripura Forest Park di Dusun Krajan pernah dikembangkan dari 2016 sampai 2018 lalu. Saat itu, wisata ini cukup ramai dikunjungi. Tidak hanya warga desa, warga luar desa juga datang.
Mereka bisa berswafoto di spot selfie yang sudah disiapkan. Saat itu ada dua spot yang bisa digunakan. Di tempat ini pula ada lokasi gazebo yang bisa dijadikan tempat nongkrong. Meski jalannya menanjak, tapi jalannya aspal.
“Sekarang spot selfie ini sudah rusak karena lama tidak digunakan. Terakhir 2018 lalu. Jalan sepanjang satu kilometer menuju lokasi juga rusak parak karena tidak pernah dirawat,” ungkapnya.
Karena itu rencananya, pemdes bakal mengembangkan wisata ini lagi. Wisata ini akan ditawarkan pada pihak ketiga dan pengajuan anggaran pada pemkab. Sebab perbaikannya memerlukan anggaran Rp 300 juta.
Nantinya, selain ada spot selfie, di wisata ini akan dibangun kafe, musala, kamar mandi dan toilet. Agar awet, jalannya akan diusulkan dicor. Pihak ketiga bisa membantu pengelolaannya dan bagi hasil dengan Pemdes.
“Hasil dari pengelolaannya ini bisa masuk ke dalam kas desa melalui BUMDes. Sehingga bisa menambah PAD Desa Negororejo. Insyaallah kami usulkan mulai tahun depan,” terang Ngasto.
Kelola Rest Area Madakaripura
Wajah rest area Madakaripura di Desa Negororejo semakin bagus. Fasilitasnya semakin lengkap dan menu makanan dan minuman (mamin) yang ditawarkan beragam. Tak ayal, banyak pengunjung betah berlama lama di tempat ini.
Kades Negororejo Ngasto mengungkapkan, sejak awal tahun ini, rest area Madakaripura dikelola oleh desa melalui BUMDes. Sebelumnya, rest area ini milik pribadi. Mulai tahun ini menjadi aset desa.
Pemdes menambah fasilitas berupa kamar mandi dan toilet bagi pria dan wanita. Pembangunannya dilakukan pada Januari dan rampung Februari menggunakan dana sisa lebih penganggaran (silpa) tahun 2022.
“Mulai tahun ini, kas desa bertambah. Itu setelah rest area Madakaripura di Dusun Krajan dikelola oleh kami. Cuma, baru diketahui berapa sumbangsihnya pada PAD saat semester kedua,” terang Ngasto.
Sehari-harinya, tempat ini tidak pernah sepi pengunjung. Saat hari kerja, ada 30 orang yang datang. Namun saat akhir pekan, jumlah ini bisa bertambah hingga lipat tiga. Mereka biasanya ingin mengunjungi air terjun Madakaripura.
“Di tempat ini, pengunjung bisa beristirahat sekaligus menyantap mamin yang disediakan. Mulai dari kopi, susu, es, mi instan hingga makanan mengenyangkan tersedia,” sebutnya.
Tahun ini, Pemdes Negororejo juga melakukan pengaspalan di Dusun Krajan sepanjang 510 meter. Sebab aspalnya sudah rusak dan lama tidak diperbaiki. Akses ini ramai digunakan warga karena akses menuju Desa Welulang, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan.
Banyak warga dari Pasuruan sering melewati jalan ini. Mereka suka berbelanja di Pasar Lumbang, Kabupaten Probolinggo. Karena jadi akses penghubung utama, maka jalan ini jadi prioritas perbaikan tahun ini.
“Jalannya ramai. Jadi kami perbaiki. Aspalnya sudah rampung bulan lalu. Cuma tinggal pembersihan pasirnya agar nyaman saat dilewati oleh pengendara,” tutur Ngasto. (riz/fun/*)
APBDes Pemerintah Desa Negororejo Tahun Anggaran 2023
PENDAPATAN
Pendapatan Asli Desa – Rp 10.000.000,00
Pendapatan Transfer – Rp 1.148.264.982,00
Pendapatan Lain lain – Rp 0,00
JUMLAH PENDAPATAN – Rp 1.158.264.982,00
BELANJA
Belanja Pegawai – Rp 219.567.120,00
Belanja Barang dan Jasa – Rp 270.779.662,00
Belanja Modal – Rp 424.237.200,00
Belanja Tidak Terduga – Rp 271.729.845,00
JUMLAH BELANJA – Rp 1.186.313.827,40
SURPLUS (DEFISIT) – (28.048.845,40)
Pembiayaan – Rp 28.048.845,40
Silpa tahun sebelumnya – Rp 28.048.845,40
Sisa lebih pembiayaan anggaran – Rp 0,00 Editor : Jawanto Arifin